Sidoarjo (republikjatim.com) - Sekitar 15 ruang yang ada di SMPN 2 Tanggulangin, Sidoarjo masih belum bisa digunakan. Belasan ruang kelas dan ruang lainnya itu hingga sepekan ini masih terendam banjir.
Karena itu, para siswa dan siswi sekolah ini terpaksa mengevakuasi bangku mereka ke lokasi yang lebih aman. Yakni ke ruang lainnya yang lokasinya lebih tinggi.
Berdasarkan datanya, sejumlah ruang yang masih terendam banjir itu diantaranya 7 ruang kelas 9, ruang UKS, ruang BK, ruang Olahraga, ruang OSIS, ruang Koperasi dan kantin di sekolah itu masih terendam banjir karena sumbatan sungai Desa Kedungbanteng itu.
"Kami tetap belajar meski ke sekolah harus menggunakan sandal karena sekolah terendam banjir," terang salah satu siswi SMPN 2 Tanggulangin, Sri Wulandari kepada republikjatim.com, Senin (27/01/2020).
Wulan mengaku para siswa dan siswi terpaksa belajar di masjid sekolah, ruang perpustakaan dan ruang keterampilan. Harapannya agar tetap bisa belajar dan mengajar meski saat ke sekolah harus menggunakan sandal. Bahkan siswa dan siswi yang membawa sepatu dimasukkan ke dalam tas plastik.
"Karena banjirnya lebih lama. Meski hanya setinggi 30 sampai 40 meter tapi berlangsung seminggu tak ada tanda-tanda bakal surut. Ini banjirnya lebih lama dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.
Karena itu, pihak sekolah memutuskan agar proses belajar mengajar tetap terlaksana siswa kelas 9A hingga 9G dipindahkan ke sejumlah ruang lainnya yang lebih tinggi. Diantaranya, ruang perpustakaan, ruang keterampilan, hingga ruang di barat masjid.
"Pemindahan ruang belajar ini kurang nyaman karena kondisinya belum terbiasa. Kami terpaksa mau agar bisa tetap belajar," tegasnya.
Sementara Kepala SMPN 2 Tanggulangin, Ali Hadi menegaskan jika yang terdampak banjir ada di ruang kelas 9A hingga 9G. Siswanya ada sekitar 242 siswa.
"Untuk kelas 7 dan kelas 8 tergolong aman. Karena posisi dalam kelas tidak tergenang air hingga masih bisa digunakan belajar dan mengajar," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi