Sidoarjo (republikjatim.com) - Prestasi cabang olahraga Muaythai Kabupaten Sidoarjo menunjukkan tren positif. Dalam kurun waktu sekitar sebulan terakhir, atlet-atlet Muaythai asal Sidoarjo berhasil mencatatkan sederet prestasi dari sejumlah kejuaraan. Rentetan medali itu, menjadi sinyal awal kebangkitan Muaythai Sidoarjo sekaligus modal penting dalam mempersiapkan kekuatan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) 2027.
Prestasi itu salah satunya ditorehkan dalam ajang Lamongan Muaythai Championship 1. Sejumlah camp Muaythai asal Sidoarjo turun mengirimkan atlet terbaiknya dan berhasil membawa pulang banyak medali.
Lookman Camp tampil impresif dengan menurunkan enam atlet. Seluruh atlet yang dikirim berhasil naik podium dengan raihan empat medali emas dan dua medali perak. Sebanyak empat medali emas masing-masing diraih Adi, Ardi, Galang.dan Raindra. Sedangkan Ifan dan Meikel berhasil membawa pulang medali perak.
Catatan positif juga dibukukan Black Ant Camp. Dari sembilan atlet yang diturunkan, delapan di antaranya berhasil meraih podium. Tiga medali emas diraih Myiesha Shaqila Putri Yudira, Marlyn Mecca Asya dan Ainnur Maulana R.
Sementara Abdulghani Sadewo dan Atalla Hilal Ramadhan meraih juara kedua. Adapun Wildan Faiz Hamadhi Q R Muh Jailani dan Farel Arinto masing-masing berhasil mengamankan posisi ketiga. Rentetan prestasi itu, berlanjut pada Surabaya Rising Champion - Liga Muaythai Jawa Timur Seri III 2026.
Pada kejuaraan ini, Muaythai Sidoarjo hanya menurunkan tiga atlet. Meski dengan kekuatan terbatas, kontingen Sidoarjo berhasil membawa pulang dua medali, terdiri atas satu emas dan satu perak.
Rahmad Fikri Baihaqi tampil sebagai juara pertama pada Kelas Elite 71 kilogram Putra dan berhak membawa pulang medali emas. Sedangkan Ainur Maulana R meraih medali perak setelah menjadi juara kedua Kelas Elite 51 kilogram Putra.
Pelatih Muaythai Sidoarjo, Lukman mengatakan capaian para atlet merupakan buah dari proses latihan, disiplin serta keberanian untuk terus menambah jam tanding.
"Kami melihat perkembangan atlet cukup baik. Bukan hanya soal menang atau mendapatkan medali, tetapi bagaimana mereka semakin matang secara teknik, fisik, mental dan berani menghadapi lawan di atas ring. Prestasi dalam beberapa kejuaraan ini, menunjukkan proses latihan mulai menghasilkan perkembangan yang positif," ujar Lukman kepada republikjatim.com, Minggu (04/10/2026).
Menurutnya, frekuensi mengikuti kejuaraan menjadi bagian penting dalam membentuk kematangan atlet. Karena itu, para atlet perlu terus diberikan kesempatan bertanding agar memiliki pengalaman menghadapi berbagai karakter lawan.
"Target kita tentu tidak berhenti di kejuaraan-kejuaraan ini saja. Masih banyak yang harus diperbaiki. Kami ingin atlet semakin disiplin, memperbanyak jam terbang dan memiliki mental juara. Karena target besarnya adalah bagaimana mereka siap ketika membawa nama Sidoarjo di Porprov 2027 mendatang," ungkapnya.
Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Muaythai Sidoarjo, Gunawan menyebut rangkaian kejuaraan yang diikuti menjadi bagian penting dalam membaca sekaligus memetakan potensi atlet. Menurut Gunawan, hasil pertandingan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan atlet-atlet potensial yang selanjutnya dapat diproyeksikan dalam program pembinaan prestasi menuju Porprov Jawa Timur 2027 mendatang.
"Kami mulai mendapatkan gambaran mengenai potensi atlet di beberapa kelas. Hasil ini tentu menggembirakan, tetapi yang lebih penting adalah konsistensinya. Setelah ini, kami harus semakin serius melakukan pemetaan atlet, evaluasi kelas pertandingan, peningkatan fisik dan teknik serta memperbanyak try out dan jam tanding," papar Gunawan.
Gunawan menegaskan persiapan menuju Porprov tidak dapat dilakukan secara instan. Pembinaan harus berjalan secara terukur dan berkelanjutan dengan melibatkan camp-camp Muaythai yang ada di Kabupaten Sidoarjo.
"Potensi itu sudah terlihat. Tugas kami sekarang adalah mengubah potensi menjadi prestasi yang konsisten. Camp-camp adalah bagian penting dari ekosistem pembinaan. Kalau pembinaan camp, pelatih, atlet dan Pengkab bisa berjalan dalam satu arah, kami optimistis Sidoarjo memiliki peluang membawa pulang banyak medali pada Porprov 2027," urainya.
Sementara Ketua Pengkab Muaythai Indonesia Kabupaten Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama mengapresiasi kerja keras atlet, pelatih, pengurus serta camp-camp Muaythai di Sidoarjo yang terus bergerak membangun prestasi.
Menurutnya, rentetan medali dalam waktu relatif singkat menjadi awal yang baik bagi kebangkitan prestasi Muaythai Sidoarjo.
"Dalam waktu sekitar satu bulan kita melihat cukup banyak prestasi lahir dari atlet-atlet Muaythai Sidoarjo. Ini menjadi energi positif sekaligus bukti bahwa Sidoarjo memiliki potensi atlet yang besar. Saya memberikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, orang tua, camp dan pengurus yang selama ini konsisten melakukan pembinaan," jelas Zakaria Dimas.
Namun, Dimas mengingatkan pencapaian tersebut tidak boleh membuat seluruh jajaran cepat berpuas diri. Menurutnya, tantangan sebenarnya adalah menjaga konsistensi prestasi dan mempersiapkan atlet menuju level kompetisi yang lebih tinggi. Bagi Dimas,
Porprov Jawa Timur 2027 menjadi salah satu sasaran utama pembinaan Pengkab Muaythai Sidoarjo.
"Prestasi ini baru langkah awal. Target kita bukan sekadar berpartisipasi di Porprov 2027. Kita ingin Muaythai menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu memberikan kontribusi medali bagi Kabupaten Sidoarjo, terutama medali emas. Karena itu, mulai sekarang pembinaan harus lebih serius, terukur dan berbasis prestasi," paparnya.
Zakaria menambahkan Pengkab akan mendorong sinergi antarcamp sekaligus memperkuat program pembinaan, seleksi atlet, peningkatan kualitas pelatih serta memperbanyak kesempatan bertanding bagi atlet potensial.
"Medali hari ini penyemangat, tetapi tujuan besarnya adalah membangun generasi juara. Kita ingin ketika Porprov 2027 tiba, atlet-atlet Muaythai Sidoarjo tidak hanya siap bertanding, tetapi siap naik podium dan mempersembahkan emas untuk Sidoarjo," tandas Zakaria Dimas.
Rentetan prestasi dari Lamongan hingga Surabaya tersebut menjadi modal awal bagi Muaythai Sidoarjo untuk menatap kompetisi berikutnya.
"Dengan pembinaan yang semakin terarah serta tumbuhnya atlet-atlet potensial dari berbagai camp, peluang Muaythai menjadi salah satu cabang penyumbang medali bagi Kabupaten Sidoarjo pada Porprov Jatim 2027 semakin terbuka," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi