Kawal Kasus TKD Damarsi Jadi Rumah Kos Elit, Perwakilan Warga Luruk Kejari Sidoarjo Penyidik Janji Panggil Pengembang

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
LURUK - Sekitar 11 orang perwakilan warga Desa Damarsi, Kecamatan Buduran, mendatangi (meluruk) Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo untuk mempertanyakan masalah perkembangan pendidikan kasus TKD Damarsi, Senin (09/03/2026) sore.
LURUK - Sekitar 11 orang perwakilan warga Desa Damarsi, Kecamatan Buduran, mendatangi (meluruk) Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo untuk mempertanyakan masalah perkembangan pendidikan kasus TKD Damarsi, Senin (09/03/2026) sore.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sekitar 11 orang perwakilan warga Desa Damarsi, Kecamatan Buduran, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Senin (09/03/2026) sore. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan perkembangan laporan dugaan korupsi tata kelola Tanah Kas Desa (TKD) seluas 3.500 meter persegi, yang kini telah beralih fungsi menjadi rumah kos komersil (kos elite).

​Lahan TKD yang terletak di blok lor omah itu, diketahui telah dikuasai oleh pengembang PT Jaya Tera Group (JTG) atau PT Sampurna Indo Raya (SIR) tanpa melalui prosedur tukar guling yang sah.

​Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Sidoarjo, Achmad Arafat Arief Bulu, SH MH mengatakan kasus ini masih dalam tahap pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

"Saat ini, ​Kejaksaan telah melakukan wawancara dengan pihak pelapor, terlapor hingga penghuni rumah kos.
​Kami (Kejari Sidoarjo) memastikan penanganan dilakukan secara profesional dan tanpa tekanan dari pihak manapun," ujar Achmad Arafat Arief Bulu usai bertemu dengan perwakilan warga Damarsi.

​Meski sudah ada pemeriksaan, lanjut Arafat pihak Kejari Sidoarjo juga belum bisa merinci detail hasilnya kepada publik untuk menjaga kerahasiaan proses intelijen.

"Kami (Kejari Sidoarjo) berencana memanggil Agus Sahroni, yang dinilai sebagai pengusaha kunci dalam perkara tukar guling lahan TKD itu," ungkapnya.

Selain itu, Arafat meminta masyarakat untuk bersabar dan tetap tenang menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Terlebih, Desa Damarsi akan menghadapi momen Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dalam waktu dekat ini.

​"Kami mohon masyarakat bersabar, mudah-mudahan bisa kami lakukan dengan cepat. Kami terbuka untuk dikawal dan menerima informasi tambahan yang membantu proses penyelidikan dalan perkara ini," tegas Achmad Arafat.

Sementara salah seorang tokoh masyakarat (Tomas) Damarsi, ​Revido Al Firmansyah yang sekaligus selaku juru bicara perwakilan warga Damarsi menyatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus TKD Damarsi ini secara rutin. Warga berharap ada transparansi yang jelas layaknya mekanisme SP2HP di kepolisian.

​"Kalau dalam perjalanannya, tidak ada perkembangan signifikan, warga berencana menyurati Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung RI untuk mengaudit kinerja Kejari Sidoarjo," paparnya.

​Warga juga telah membahas rencana aksi unjuk rasa besar-besaran jika ditemukan adanya indikasi "permainan hukum" dalam penanganan kasus ini.

​"Untuk sementara kami masih percaya tim penyidik Kejari Sidoarjo bekerja profesional. Sehingga aksi unjuk rasa belum kami lakukan saat ini," papar Revido.

Dalam kasus ini menjadi sorotan karena adanya dugaan pelanggaran Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Tipikor, yang mengancam pelaku tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara dengan pidana penjara minimal 4 tahun hingga seumur hidup. Hel/Waw

Berita Terbaru

Berbekal Semangat dan Karantina Ketat, Siswi SMAN 4 Sidoarjo Jessica Claudia Incar Mahkota Putri Kebaya Jatim 2026

Berbekal Semangat dan Karantina Ketat, Siswi SMAN 4 Sidoarjo Jessica Claudia Incar Mahkota Putri Kebaya Jatim 2026

Jumat, 04 Sep 2026 22:22 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 22:22 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Setelah sukses mengamankan gelar sebagai Putri Kebaya Sidoarjo pada awal Januari 2026 lalu, Jessica Claudia Latif kini mantap…

Pelantikan Pengurus Baru, Wamenag Romo Syafi’i Minta HMI Sidoarjo Tidak Hanya Kritis, Tapi Juga Solutif dan Kolaboratif

Pelantikan Pengurus Baru, Wamenag Romo Syafi’i Minta HMI Sidoarjo Tidak Hanya Kritis, Tapi Juga Solutif dan Kolaboratif

Jumat, 04 Sep 2026 21:01 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 21:01 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Babak baru kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo resmi dimulai. Bertempat di Pendopo Belakang Pemerintah…

Wujud Kepedulian dan Solidaritas Almarhum Affan Kurniawan, Pemkab Sidoarjo Bagi 1.000 Paket Beras Bagi Pejuang Aspal

Wujud Kepedulian dan Solidaritas Almarhum Affan Kurniawan, Pemkab Sidoarjo Bagi 1.000 Paket Beras Bagi Pejuang Aspal

Jumat, 04 Sep 2026 19:49 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 19:49 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Senyum bahagia terpancar dari wajah para pengemudi Ojek Online (Ojol) di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (04/09/2026). Pemerintah…

Usai 748 Santri dan Pelajar Sidoarjo Keracunan Massal, BGN Suspend SPPG, Copot Kepala Dapur, Terjunkan Tim Investigasi

Usai 748 Santri dan Pelajar Sidoarjo Keracunan Massal, BGN Suspend SPPG, Copot Kepala Dapur, Terjunkan Tim Investigasi

Jumat, 04 Sep 2026 19:15 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 19:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Buntut musibah keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 748 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam…

Buntut 730 Santri dan Pelajar Keracunan Massal, KAHMI Sidoarjo Desak Evaluasi Total SPPG Usul Khusus di Pesantren

Buntut 730 Santri dan Pelajar Keracunan Massal, KAHMI Sidoarjo Desak Evaluasi Total SPPG Usul Khusus di Pesantren

Jumat, 04 Sep 2026 15:15 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 15:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Insiden keracunan massal yang menimpa 730 santri dan pelajar di Sidoarjo memicu reaksi keras berbagai pihak. Berada di lokasi…

Kupas Regulasi Hingga Antropologi, DPD Partai NasDem Sidoarjo Siapkan Kajian Sains Data Pemetaan Dapil Pemilu 2029

Kupas Regulasi Hingga Antropologi, DPD Partai NasDem Sidoarjo Siapkan Kajian Sains Data Pemetaan Dapil Pemilu 2029

Kamis, 03 Sep 2026 21:54 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 21:54 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Penataan Daerah Pemilihan (Dapil) menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 tidak lagi sekadar urusan membagi jumlah penduduk dengan…