Bermodal Parang, 5 Preman di Sidoarjo Keroyok Pengusaha Properti Asal Surabaya yang Hendak Beli Bakso

republikjatim.com
DIRAWAT - Kondisi korban penganiayaan dan pengeroyokan AN (41) saat dirawat di salah satu rumah sakit di Sidoarjo, Rabu (09/11/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Aksi premanisme terjadi di Desa Damarsi, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Gerombolan preman kampung diduga mengeroyok dan menganiaya seorang pengusaha properti AN warga Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya.

Bahkan korban yang berusia 41 tahun ini mengaku menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan gerombolan preman yang bermodal senjata tajam (sajam).

Baca juga: Perkuat Literasi Perpajakan, Kanwil DJP Jatim II Gandeng Insan Media Sikapi Isu Terkini Lewat Media Gathering 2026

Berdasar data yang berhasil digali di lapangan menyebutkan kasus dugaan pengeroyokan itu terjadi di wilayah depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Damarsih, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Selasa (08/11/2022) malam.

Henrie Awhan Sutikno yang merupakan pengacara korban AN menceritakan semula korban (AN) berniat membeli bakso di dekat lokasi pembebasan lahan yang dikerjakan. Tidak berselang lama, korban melihat ada segerombolan orang yang mendekati adiknya di lokasi lahan yang sedang dikerjakannya itu.

"Kemudian, gerombolan orang itu sedang mendekati adik korban. Karena itu, korban pun berusaha mendekati mereka dan menanyakan ada apa sebenarnya. Sayangnya, mendadak dan secara tiba-tiba gerombolan 5 orang itu mendorong korban hingga terjatuh dan memukuli korban menggunakan tangan kosong," ujar Henrie Awhan Sutikno, Rabu (09/11/2022).

Baca juga: Adu Taktik di Atas Rumput Sintetis, PWI Sidoarjo Asah Kekompakan, Sapma PP Tatap Masa Depan Siapkan Regenerasi

Seketika itu, kata Henrie setelah korban terjatuh, gerombolan pria itu langsung menendang korban secara bersama-sama hingga beberapa kali.

"Gerombolan itu, ada yang membawa senjata tajam berupa parang. Berdasarkan keterangan saksi, pembawa sajam itu adalah PMD," ungkapnya.

Baca juga: Jaga dari Isu Kerusuhan, Forkopimda Jatim Bersatu Tangkal Hoaks dan Polarisasi Digital di Medsos

Akibat kasus penganiayaan dan pengeroyokan itu, lanjut Henrie korban (AN) mengalami sejumlah luka-luka di tubuhnya. Bahkan usai pengeroyokan gerombolan preman itu, korban langsung dialirkan ke rumah sakit terdekat.

"Dalam kasus ini, kami sudah melapor ke kepolisian (Polresta Sidoarjo) agar permasalahan ini segera ditindaklanjuti dan diselesaikan," pungkasnya. Zak/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru