Dongkrak Nasib UMKM, Gus Muhdlor Ajak Gerakan Belanja Produk Lokal di Surabaya Business Forum 2022

republikjatim.com
PEMBICARA - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menjadi salah satu pembicara dalam acara Surabaya Business Forum (SBF) 2022 di Balai Pemuda Surabaya, Sabtu (21/05/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Tampil menjadi salah satu pembicara pada acara Surabaya Business Forum (SBF) 2022, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali secara lantang menyuarakan gerakan belanja produk dalam negeri (produk loka) ketimbang belanja produk impor. Gerakan ajakan Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini sebagai bentuk keberpihakan dan kepeduliannya atas nasib para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Tidak berhenti menyuarakan saja, Gus Muhdlor membuktikan dengan sejumlah kebijakannya yang dijalankan di Sidoarjo. Saat ini, banyak program yang fokus pada sektor ekonomi kerakyatan untuk mendongkrak daya beli produk-produk UMKM.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Putra keenam KH Agoes Ali Masyhuri ini mengungkapkan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) tengah digaungkan Kabupaten Sidoarjo. Hal itu sinkron dengan pemerintah pusat yang juga mendorong P3DN beberapa waktu lalu yang disampaikan oleh Presiden Jokowi.

"Sudah saatnya kita beralih ke produk-produk lokal. Banyak brand lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan impor. Mulai sepatu, tas, Ikat pinggang dan produk dari UMKM lainnya. Seperti produk hasil UMKM Tanggulangin sudah banyak berstandar ekspor. Itu brand lokal yang tembus ke luar negeri," ujar Gus Muhdlor pada acara SBF 2022 di Balai Pemuda Surabaya, Sabtu (21/05/2022).

Sejumlah program yang digelontor Gus Muhdlor untuk mendukung peningkatan ekonomi kreatif Sidoarjo, diantaranya Bedah 2.000 warung rakyat, pemberian modal usaha mikro bagi para perempuan dengan besaran mulai dari Rp 5 - 50 juta, program 20.000 UMKM naik kelas dan mereformasi perizinan usaha. Selain itu, lewat Kurda Sayang, program pinjaman modal usaha dengan bunga ringan hanya 3 persen per tahun diharapkan akan ada ribuan UMKM yang naik kelas. Bahkan produknya diharapkan bisa menembus pasar global.

Begitu juga bagi ibu rumah tangga yang selama ini memiliki usaha kecil-kecilan atau bahkan usahanya tidak berkembang karena terkendala permodalan, hal itu akan disokong lewat bantuan hibah modal usaha kelompok. Namanya program Kurma. Bantuan permodalan untuk kaum ibu-ibu ini bertujuan untuk membantu keuangan keluarga.

"Berbicara UMKM, maka bicara pada spektrum lebih luas. Pertama permodalan. Di Sidoarjo ada dua, pertama Kurda Sayang yaitu pinjaman modal usaha bunganya hanya 3 persen per tahun dan ada Kurma yaitu pemberian hibah atau bantuan Rp 5 juta sampai Rp 50 juta pada UMKM ibu-ibu per RT. Sidoarjo terdapat 8.467 RT, per tahun diupayakan 2.000 RT bisa tercover program Kurma. Harapannya, satu RT punya UMKM unggulan yang bisa ditampilkan kapanpun sesuai kegiatan," ungkap Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Selain permodalan, Gus Muhdlor juga menyampaikan Pemkab Sidoarjo akan mensupport kemajuan 20.000 UMKM Sidoarjo. Seperti dengan sejumlah pelatihan maupun supporting marketing. Dukungan itu, ada pada program 20.000 UMKM Naik Kelas yang menjadi salah satu program prioritasnya.

"Setelah bahas permodalan, dilanjutkan yang kedua pelatihan. Sekarang pelatihan sudah jalan. Yang ketiga supporting marketing. Ini berkaitan dengan regulasi. Kami ada program 20.000 UMKM naik kelas. Salah satunya dengan memfasilitasi sertifikasi halal bagi yang belum memiliki. Ketiganya harus komprehensif dan berkesinambungan mulai dari permodalan dibantu, pelatihan dan packaging didampingi. Termasuk supporting marketing kami turun ikut membantunya," tegasnya.

Gus Muhdlor juga menyampaikan tantangan selanjutnya merubah paradigma para pelaku UMKM yang hanya ingin menjadi raja di daerahnya sendiri. Paradigma seperti ini akan menghambat pelaku UMKM untuk maju. Pelaku UMKM harus berani melakukan eksport produknya. Apalagi, Pemkab Sidoarjo akan membantu proses eksport itu.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Tantangan Sidoarjo merubah paradigma masyarakat jangan merajai daerah sendiri atau jago kandang. Tapi, harus dibuka paradigmanya berani ekspor," papar Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Sementara Gus Muhdlor menegaskan sinergi dengan Surabaya Raya (Sidoarjo, Surabaya dan Gresik) akan terus dilakukan untuk memajukan UMKM Sidoarjo. Baginya UMKM merupakan ujung tombak pembangunan. Membangun UMKM sama halnya dengan membangun Indonesia. Alasannya, karena UMKM menjadi pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia.

"Membangun ekonomi kerakyatan atau ekonomi mikro sama dengan membangun pondasi ekonomi negara. Karena itu kmi bangga karena ini pertama kalinya pemimpin daerah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik bisa dalam satu forum," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru