Pengurus PGRI Sidoarjo Bantu Para Guru dan Murid Korban Erupsi Gunung Semeru Sebesar Rp 564,5 Juta

republikjatim.com
BANTUAN - Ketua PGRI Sidoarjo, Edy Wuryanto menyerahkan bantuan uang tunai kepada Ketua PGRI Lumajang, Kisnanto senilai Rp 564,5 juta, Selasa (11/01/2022) kemarin.

Lumajang (republikjatim.com) - Para Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sidoarjo memberikan bantuan untuk para guru dan murid yang menjadi korban Erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Bantuan berupa uang tunai itu sebesar Rp 564,5 juta.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua PGRI Kabupaten Sidoarjo Edy Wuryanto kepada Ketua PGRI Kabupaten Lumajang, Kisnanto. Bantuan itu berasal dari anggota PGRI yang tersebar di 18 Kecamatan di Sidoarjo.

Baca juga: Polisi Pastikan Kematian Kades Buncitan Sedati Murni Bunuh Diri, Jejak Digital Hand Phone Korban Jadi Bukti Krusial

Ketua PGRI Sidoarjo, Edy Wuryanto mengaku ikut secara langsung menyerahkan bantuan kepada 82 pendidik dan tenaga kependidikan. Selain itu, juga 4 peserta didik yang meninggal dunia karena Erupsi Gunung Semeru.

"Khusus untuk korban yang meninggal dunia bantuan kami serahkan langsung ke ahli waris. total keseluruhan nilai bantuannya sebesar Rp 564,5 juta," ujarnya kepada republikjatim.com, Minggu (16/01/2022).

Sedangkan untuk pendidik dan tenaga kependidikan, lanjut Edy dana bantuan itu sudah ditransfer dengan nilai nominal bervariasi. Hal itu berdasarkan data yang diterima dari para pengurus PGRI Lumajang yang ada di Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo.

Baca juga: Warga Wonoplintahan Prambon Sidoarjo Temukan Mayat Membusuk di Bawah Pohon Pisang

"Sebagian guru dan tenaga pendidik yang menerima bantuan itu, karena kehilangan tempat tinggal. Sebagian lagi rumahnya rusak dan tidak layak huni," tegasnya.

Sementara Ketua PGRI Lumajang, Kisnanto didampingi sekretarisnya mengungkapkan ada sekitar 3.000 guru dan siswa yang terdampak Erupsi Gunung Semeru. Bahkan tercatat ada yang meninggal dunia.

"Amukan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini juga menimbulkan kerugian bagi 124 guru dan tenaga kependidikan. Bahkan, ada 24 gedung sekolah rusak yang terletak di Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo mulai dari TK hingga SMA," ungkapnya.

Baca juga: Milad ke 39, Yayasan Al Muslim Jatim Gelar Tabligh Akbar Faith In Action: Inspiring Generations di Masjid Al Akbar

Kisnanto menegaskan PGRI Lumajang sendiri menilai bantuan mengalir dari solidaritas PGRI di kabupaten dan provinsi lain hingga mencapai Rp 4 miliar.

"Bantuan akan kami pertanggung jawabkan kepada Bupati, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, kepada PGRI Provinsi Jawa Timur dan Pengurus Besar PGRI Pusat di Jakarta," pungkasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru