Sidoarjo (republikjatim.com) - Upaya percepatan vaksinasi Covid-19 terus dilakukan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor). Salah satunya dengan membentuk tim khusus.
Tim yang baru dibentuk ini tidak melibatkan para tenaga kesehatan (nakes) yang ada di puskesmas-puskesmas. Tujuannya agar pelaksanaan vaksinasi di sejumlah puskesmas tidak terganggu.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Untuk mempercepat vaksinasi di GOR, Bupati yang akrab dipanggil Gus Muhdlor ini akan menempatkan satu tim yang standby setiap hari.
"Saat ini baru dibentuk dua tim percepatan vaksinasi Covid-19. Tim ini tidak melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas. Harapannya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan puskesmas tidak terganggu. Karena tidak mengambil sumber daya dari puskesmas sama sekali, maka vaksinasi di puskesmas tetap berjalan," ujar Gus Muhdlor saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo, Rabu (18/08/2021).
Selain itu, Gus Muhdlor menjelaskan satu tim ini akan stand by di GOR Sidoarjo. Sedangkan tim satu lainnya akan bergerak ke desa-desa, sekolah-sekolah maupun pondok pesantren. Dalam tim ini melibatkan relawan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) serta dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida).
"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada setiap volunter yang ada. Pertama dari IBI, PPNI, PDGI serta Unusida. Keterlibatan relawan penting karena tidak akan merepotkan nakes-nakes untuk menjalankan tugas dan fungsinya dalam tracing, testing dan melakukan vaksinasi di puskesmas atau rumah sakit yang ada," tegasnya.
Gus Muhdlor menilai tim yang ada di GOR Sidoarjo saat ini mampu melayani 4.000 sampai 5.000 vaksinasi. Sedangkan tim kedua mampu melayani vaksinasi 2.000 sampai 3.000 orang. Tim akan ditambah lagi jika ada penambahan jumlah vaksin yang diperoleh Pemkab Sidoarjo.
"Kami yakin upaya percepatan vaksinasi di Sidoarjo dapat tercapai. Kalau puskesmas bisa 6.000 sampai 10.000 per hari (vaksinasi). Kalau ditambah di GOR 5.000. Tim dua memvaksin 2.000 sampai 3.000 maka percepatan akan tetap ada," jelasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Bupati alumni SMAN 4 dan Fisip Unair Surabaya ini memaparkan jika kemarin Pemkab Sidoarjo mendapatkan 77.000 dosis vaksin Covid-19. Puskesmas akan didahulukan untuk mendapatkannya karena sejak Minggu kemarin vaksin tahap dua di puskesmas telah habis.
"Sekitar satu Minggu Puskesmas vaksinnya habis, maka vaksin kedua harus didorong baru kemudian vaksin ke satu. Untuk vaksinasi yang dilakukan tim dua Desa Lebo, Kami menarget seribu orang," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi