Dorong Petani Sidoarjo Panen 3 Kali, BHS - Taufiq Jamin Ketersediaan Air Irigasi dan Pupuk Bersubsidi

republikjatim.com
DIALOG - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog deengan puluhan petani di Desa Terungkulon, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Sabtu (07/11/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) yang bakal bertarung dalam Pilkada Sidoarjo 9 Desember 2020, siap menjamin ketersediaan air irigasi dan pupuk bersubsidi. Alasannya, Paslon yang diusung 5 partai ini, lantaran kedua persoalan kebutuhan air dan pupuk bersubsidi menyebabkan petani di Sidoarjo tidak mampu panen 3 kali dalam setahun.

"Permasalahan utama pertanian adalah soal air irigasi. Saya mrlihat banyak pintu air yang rusak. Ini harus segera diperbaiki. Dalam 100 hari kerja saya semua pintu air harus diperbaiki secara sempurna," ujar Cabup Sidoarjo, BHS sesuai berdialog dengan para petani Desa Terungkulon, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Sabtu (07/11/2020).

Baca juga: Ketua YJI Sidoarjo Ajak Galakkan Senam Jaga Jantung Sehat Bagi Kalangan Perempuan dan Lansia

Menurut mantan anggota DPR RI peraih anggota DPR Teraspiratif ini, pihaknya bakal melaksnakan pengendalian pintu air vital. Baginya, seluruh pintu air vital bakal dikendalikan dan dipantau CCTV. Semua informasi soal kebutuhan pasokan air itu bakal dibuat kerjasama dengan Balai Pengairan. Hal ini untuk mengetahui kebutuhan pasokan air sekaligus meminta jatah air bagi kelompok dan Gapoktan yang membutuhkan pasokan air irigasi.

"Cukup dengan pemantauan CCTV dan komunikasi dengan Gapoktan akan dilengkapi Handy Talky, maka permintaan air akan dipenuhi. Semua akan dipantau bupati soal manajemen air irigasi. Tidak ada kata-kata bupati tidak memantau air irigasi," imbuh pengusaha transportasi sukses ini.

Begitu juga soal kebutuhan pupuk bersubdisi bagi petani Sidoarjo. Menurut Alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, masalah kesulitan pupuk bakal diselesaikannya. Bahkan BHS menjadi ketersediaan pupuk setiap memasuki masa tanam.

Baca juga: Pesannya Jaga Kesehatan dan Doakan Sidoarjo, 1.239 CJH Diberangkatkan Wabup Mimik Idayana dari Pendopo

"Kesulitan pupuk sudah saya bicarakan dengan Dirut Petrokimia Gresik. Sidoarjo tidak boleh dipersulit pasokan pupuknya. Saya minta penyediaannya dipercepat. Sebelum BHS jadi bupati pun, kebutuhan pupuk bakal disuplai sesuai kebutuhan setiap Gapoktan," tegasnya.

Tidak hanya itu, BHS juga bakal mengupayakan agar produk pertanian Sidoarjo, terutama beras bakal digunakan warga Sidoarjo. Menurutnya, mulai Aparatur Sipil Negara (ASN), pabrikan dan masyarakat didorong agar menggunakan produk-produk petani Sidoarjo.

"Kami pastikan semua hasil pertanian aman dimanfaatkan dan dikonsumsi warga Sidoarjo. Agar perekonomian Sidoarjo tidak kemana-mana. Semua untuk kesejahteraan masyarakat Sidoarjo. Kami juga menyiapkan asuransi pertanian. Dengan biaya Rp 50.000 dengan 50 persennya atau sekitar Rp 25.000 disubsidi pemerintah, saat petani gagal panen akan dapat asuransi Rp 6 juta per hektar," jelasnya.

Baca juga: BPPD Pemkab Sidoarjo Berlakukan Pembebasan Denda Pajak Daerah Mulai 4 Mei hingga 29 Oktober 2026

Sementara Ketua Gapoktan Tani Makmur Desa Terungkulon, Sis Rohmanuh mengaku sangat mendukung semua program pertanian BHS - Taufiq. Menurunya, karena pertanian adalah soko guru ekonomi masyarakat.

"Khusus di dusun kami lahan pertanian masih sekitar 50 hektar belum satu desa. Makanya, kami berharap ide dan gagasan BHS - Taufiq bisa direalisasikan untuk mensejahterakan petani Terungkulon dan petani asal Sidoarjo lainnya," tandasnya. Zak/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru