Proyek Pavingisasi Desa Tanggul Wonoayu Rampung, Kualitas Diuji Coba Truk Tebu hingga Tuai Apresiasi Warga

republikjatim.com
RAMPUNG - Proyek pavingisasi jalan lingkungan di Desa Tanggul, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo yang sumber dananya dari BK Provinsi Jatim dinyatakan rampung (selesai), Kamis (29/10/2026).

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Pembangunan infrastruktur jalan di Desa Tanggul, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, resmi tuntas. Proyek pavingisasi yang bersumber dari Bantuan Keuangan (BK) DPRD Provinsi Jawa Timur ini dikerjakan secara transparan, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.

​Meski sempat diterpa isu miring dari pihak-pihak luar yang menuding proyek ini dikerjakan pihak ketiga, Kepala Desa Tanggul, Syaiful Akhmadi mengatakan seluruh proses pengerjaan murni menggunakan sistem swakelola yang melibatkan warga desa setempat.

Baca juga: Gandeng Dunia Usaha untuk Sidoarjo Maju, Bupati Subandi Kukuhkan Forum TJSLP Periode 2026 - 2029

​"Poinnya, ada yang menitikberatkan seolah-olah tidak sesuai dan dikerjakan pihak ketiga. Padahal, sudah kami jelaskan, proyek ini sepenuhnya swakelola oleh warga desa, didukung tenaga profesional agar hasilnya maksimal dan cepat selesai," ujar Syaiful Akhmadi saat ditemui di lokasi, Kamis (29/10/2026).

​Proyek pavingisasi jalan dekat pemukiman warga ini, memiliki panjang awal dalam RAB sepanjang 350 meter dengan lebar 4 meter serta nilai anggaran sebesar Rp 352 juta. Anggaran itu, cair pada 25 September dan langsung dieksekusi pengerjaannya pada 29 Oktober 2026 dinyatakan selesai.

​Menariknya, berkat manajemen anggaran dan pengawasan ketat, volume pengerjaan justru melebihi target di dalam RAB. Dari rencana awal sekitar 1.400 meter, hasil akhirnya mencapai 1.528,5 meter atau mengalami kelebihan panjang hingga lebih dari 100 meter dengan tambahan bonus volume 20 meter x 3,5 meter itu.

​"Dari pengawas, komitmen RAB dijalankan, volume dipenuhi dan kami bersyukur ada kelebihan. Kalau di papan proyek tertulis estimasi, kalau ada sisa anggaran tentu akan dikembalikan ke Kas Desa atau sesuai rekening pada petunjuk teknis," ungkap Syaiful.

​Pengerjaan pavingisasi ini juga didampingi langsung oleh dua konsultan berpengalaman, yakni Saiful dan Sofyan selaku pendamping RTLH di Dinas Perkim Provinsi Jatim serta PU Pusat. 

"Pendampingan itu, untuk memastikan seluruh ketentuan terpenuhi," ungkapnya.

Sedangkan soal komposisi pekerja, lanjut Kades Syaiful dari total pekerja yang dilibatkan, sebagian besar merupakan warga asli Desa Tanggul. 

Baca juga: Sentuhan Inspirasi dari Bangku Madrasah, Siswa MTsN 4 Sidoarjo Luncurkan Buku Perjalanan Hidup Wabup Mimik Idayana

"Yang jelas kami menggunakan tenaga kerja warga lokal serta butuh tenaga profesional agar pekerjaannya bisa tepat waktu karena ini hampir memasuki akhir tahun," tegasnya.

​Hal ini senada dengan apa yang disampaikan nggota BPD Tanggul, Akhmad Aksan Todoni. Ia mengapresiasi kerja keras pemerintah desa dalam merealisasikan aspirasi warga yang sebelumnya telah melalui musyawarah desa (Musdes).

​"Apa pun yang dijalankan harus bisa dikerjakan maksimal, termasuk terkait paving aspirasi warga di titik jalan yang sebelumnya dikeluhkan karena kondisinya yang sangat becek. Awalnya, jalan aspal berubah jadi makadam dan jarang dilewati. Sekarang sudah mulus dan warga sangat bersyukur pekerjaannya sangat baik dan bisa cepat selesai," jelas anggota BPD Tanggul yang akrab disapa Doni ini.

​Kehadiran jalan paving ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Bahkan, kualitas bangunan jalan ini telah diuji coba langsung dilewati oleh kendaraan berat seperti truk pengangkut tebu, tanpa mengalami kerusakan.

Baca juga: Menggemaskan dan Menginspirasi, Kerennya Para Pemimpin Cilik KB TK Al Muslim Semarakkan Sumpah Pemuda

​Warga sekitar, Dessy turut menyampaikan rasa terima kasihnya. Selain memudahkan akses mobilitas harian warga pemukiman, proyek ini juga memberikan tambahan penghasilan bagi warga lokal yang ikut bekerja sebagai buruh bangunan.

​Bagi Kades Syaiful Akhmadi dan jajaran perangkat desa, proyek ini bukan sekadar bangunan fisik semata. Akan tetapi, sebuah warisan berharga untuk masa depan generasi penerus.

​"Pembangunan jalan lingkungan ini adalah tinggalan anak putu (warisan untuk anak cucu). Hasilnya harus baik, kokoh dan bisa dimanfaatkan selamanya oleh anak cucu kita," Kades Tanggul diamini sejumlah tokoh warga setempat. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru