Sidoarjo (republikjatim.com) - Penantian panjang masyarakat Sidoarjo untuk bebas dari kemacetan horor di kawasan Gedangan makin mendekati kenyataan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Jawa Timur (Jatim) resmi mematangkan mekanisme pengadaan tanah untuk pembangunan Flyover Gedangan.
Kepastian langkah besar ini didapat usai Bupati Sidoarjo, Subandi melakukan pertemuan krusial dengan Kepala Kanwil BPN Jatim, M Naim, di Surabaya, Rabu (28/10/2026). Dalam pertemuan itu, BPN Jatim memberikan dukungan penuh agar proses pengadaan tanah dijalankan secara akuntabel dan presisi.
Rencananya besok, pihak BPN dan Pemkab Sidoarjo dijadwalkan menggelar pemaparan materi (ekspos) sekaligus mengumumkan daftar nominatif sebagai awal dimulainya tahapan resmi pengadaan tanah.
Bupati Sidoarjo, Subandi mengatakan seluruh tahapan pengadaan tanah dilaksanakan mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 demi menjamin kepastian hukum. Langkah ini, diambil atas saran BPKP Jawa Timur guna memitigasi risiko administrasi dan keuangan daerah.
"Proyek strategis nasional ini sudah ditunggu-tunggu bertahun-tahun oleh masyarakat. Dengan sinyal hijau dari Pak Kanwil BPN Jatim, kami optimistis pengerjaannya berjalan lancar," ujar Bupati Subandi penuh keyakinan.
Untuk membebaskan lahan proyek vital ini, Pemkab Sidoarjo tidak main-main. Total anggaran jumbo sebesar Rp 450 miliar disiapkan dari APBD yang dibagi dalam dua tahap. Yakni di TA 2026 sebesar Rp 200 miliar dan di TA 2027 sebesar Rp 250 Miliar
"Karena mekanisme pengadaan tanah membutuhkan alur prosedur teknis sekitar 200 hari kerja, pencairan ganti rugi fisik baru dapat direalisasikan sepenuhnya pada Tahun 2027. Sementara sisa anggaran 2026 akan dialokasikan sebagai SILPA tanpa mengganggu jalannya proyek," ungkapnya.
Baca juga: Bukan Pabrik Megah, Bupati Subandi Sebut Pemuda Aset Terbesar Sidoarjo di Momen Sumpah Pemuda ke 98
Untuk memangkas durasi agar lebih efisien, BPN Jatim akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) penugasan ke Kantor Pertanahan (Kantah) Sidoarjo pada Senin mendatang. Satuan Tugas (Satgas) Pengadaan Tanah pun akan langsung diterjunkan untuk menyelaraskan data lapangan.
"Langkah bersinergi ini, menjadi angin segar bagi kelancaran pembangunan Flyover Gedangan sebagai solusi permanen kemacetan di kawasan selatan Sidoarjo," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi