Operasi Patuh Semeru 2026 Resmi Digelar, Polresta Sidoarjo Kedepankan Humanis dan Tekankan ETLE

republikjatim.com
APEL - Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Chandra Putra, Bupati Sidoarjo, Subandi, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol (Inf) Abraham Prihadi dan jajaran saat Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2026 di Mapolresta Sidoarjo, Senin (26/10/2026).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Polresta Sidoarjo resmi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2026 di Mapolresta Sidoarjo, Senin (26/10/2026). Operasi yang mengusung tema Polisi Bersama Masyarakat Wujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan ini, akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026.

​Apel akbar ini, dipimpin langsung Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Chandra Putra serta dihadiri Bupati Sidoarjo, Subandi, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol (Inf) Abraham Prihadi, jajaran Forkopimda serta kepala dinas terkait seperti Kadishub Budi Basuki dan Kasatpol PP Yany Setyawan.

Baca juga: Pastikan Bebas Akal-Akalan, Wabup Mimik Sidak Proyek Gedung Mawar Merah Putih RSUD Notopuro Senilai Rp 8,6 Miliar

​Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Semeru 2026 membagi strategi penanganan ke dalam tiga pendekatan utama. Hal ini, agar lebih efektif di tengah masyarakat. Yakni preemtif sebesar 40 persen, preventif sebesar 40 persen dan Penegakan Hukum (Gakkum) sebesar 20 persen.

Penindakan pelanggaran lalu lintas akan dilakukan melalui kombinasi sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta tilang manual. Terkait tilang manual, petugas di lapangan diingatkan untuk bertindak profesional dan dilarang menyalahgunakan kewenangan.

​Usai apel, Bupati Subandi bersama Kapolresta Sidoarjo juga menyempatkan diri untuk mengecek langsung kesiapan kendaraan bermotor operasional itu. Diantaranya meliputi kondisi fisik, kelengkapan administrasi, hingga sarana pendukung. Pengecekan ini, untuk memastikan seluruhnya dalam kondisi layak pakai.

​Meneruskan amanat Kapolda Jawa Timur, Kapolresta Sidoarjo menekankan agar seluruh personel mengedepankan sikap humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat. Penampilan, perilaku serta tutur kata anggota kepolisian, khususnya Polantas, menjadi sorotan utama selama operasi berlangsung.

​"Jadilah polisi yang dicintai oleh masyarakat. Bukan yang ditakuti dan bukan yang dihindari oleh masyarakat," pesan dalam amanat itu.

Baca juga: Cari Solusi Pengangguran dan Pembiayaan Daerah, Bupati Subandi Optimalkan Peran Forum CSR Satu Pintu

​Selain itu, diingatkan pula Operasi Patuh Semeru bukanlah sekadar agenda seremonial atau rutinitas tahunan belaka. 

"Tapi, sebagai evaluasi harian wajib dilakukan untuk mengukur efektivitas di lapangan," ungkapnya.

​Bupati Sidoarjo, Subandi turut memberikan imbauan tegas kepada seluruh warga Sidoarjo. Hal ini, agar senantiasa menaati rambu-rambu dan aturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.

Baca juga: Sidak Dewan Sidoarjo di Sejumlah Karaoke di Eks Tol Jabon Diduga Bocor, Karaoke Segelan Buka Lagi Usai Petugas Pergi

​"Kepatuhan ini penting demi ketertiban dan keselamatan kita bersama," ungkap Subandi.

​Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat ini, Operasi Patuh Semeru 2026 diharapkan mampu mendongkrak kesadaran berlalu lintas dan menekan angka pelanggaran.

"Termasuk, meminimalisir fatalitas kecelakaan di wilayah Kabupaten Sidoarjo," pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru