Sidak Proyek Betonisasi Jalan Junwangi - Kemasan Krian, Bupati Subandi Minta PPK Kerap Evaluasi Kejar Deviasi 9 Persen

republikjatim.com
SIDAK - Bupati Sidoarjo Subandi turun melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pengerjaan peningkatan jalan beton ruas Junwangi - Kemasan, Kecamatan Krian, Sidoarjo yang mengalami deviasi 9 persen, Selasa (06/10/2026).

Sidoarjo (republikjatim.com) - ​Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mematangkan percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Bupati Sidoarjo, Subandi turun langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pengerjaan peningkatan jalan beton ruas Junwangi - Kemasan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Selasa (06/10/2026).

​Sidak itu, dilakukan untuk memantau langsung kualitas pengerjaan di lapangan, memastikan spesifikasi material sesuai standar serta mengejar target penyelesaian agar tidak terjadi keterlambatan. Proyek jalan beton yang membentang sepanjang 1.050 meter dengan lebar 6 meter ini, memasuki tahap persiapan pembetonan.

Baca juga: Sidak Rusunawa Tambak Kemerakan Krian, Wabup Sidoarjo Prihatin Merasa Eman Bangunan Megah Mangkrak

​Bupati Subandi mengungkapkan pengerjaan proyek ini sempat terkendala keberadaan tiang listrik bertegangan tinggi di area lokasi. Hal ini, menyebabkan terjadinya deviasi progres pengerjaan sekitar 9 persen dari jadwal yang direncanakan.

​"Kalau ada deviasi, harus segera diketahui persoalannya apa. Apakah tenaga kerja atau material. PPK harus terus melakukan pengawasan. Kalau memang ada deviasi, setiap minggu harus dikomunikasikan dan dicari solusinya," ujar Bupati Subandi di lokasi proyek.

​Dalam peninjauannya, Subandi secara teliti mengecek struktur besi yang akan diganjar cor beton. Dari data teknis di lapangan, rangkaian struktur menggunakan besi ulir berdiameter 16 milimeter dengan jarak pemasangan yang disesuaikan pada standar teknis.

Baca juga: Frontage Road Waru Bebas Bangunan Liar, Satpol PP Sidoarjo Hancurkan Warung-Warung Bandel Kembalikan Fungsi Jalan

​Subandi juga menekankan pentingnya transparansi data konstruksi. Hal ini, agar kesesuaian antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan realisasi fisik dapat dipantau secara langsung pengawas maupun masyarakat.

​"Data konstruksinya harus detail. Perbesiannya seperti apa, jaraknya berapa, kemudian spesifikasi betonnya juga harus jelas. Dengan begitu, kita bisa melihat kesesuaiannya dengan RAB dan pekerjaan di lapangan," tegas Subandi.

Baca juga: Kejar Minus Progres Pekerjaan 9,9 Persen, Proyek Jembatan Candinegoro Rp 1,46 Miliar Dikebut 24 Jam Non-Stop

Sementara ​mengingat masa kontrak pengerjaan berakhir pada 16 Desember 2026, Subandi optimistis keterlambatan pengerjaan dapat terkejar seiring dimulainya proses pengecoran secara bertahap. 

"Kita juga meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA), termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk lebih aktif mengawal jalannya proyek hingga tuntas 100 persen," tandasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru