Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana mendadak menggelar inspeksi ke lokasi pembangunan Gedung Hemodialisis (HD) Lantai 2 RSUD Sidoarjo Barat pada Rabu (30/09/2026). Langkah tegas ini, diambil untuk memastikan uang rakyat yang dialokasikan dari APBD tidak dihambur-hamburkan untuk proyek berkualitas rendah.
Dalam sidak itu, Wabup Mimik menyisir langsung area proyek dan memeriksa detail bahan konstruksi. Yakni mulai dari rangka besi hingga mutu beton. Ia menegaskan agar pihak pengawas dan pelaksana proyek bekerja profesional dan tidak main-main dengan spesifikasi material.
"Karena ini menggunakan anggaran APBD, uang APBD ini dari dan untuk masyarakat, jadi kalau membangun kualitasnya harus benar-benar sesuai spesifikasi. Tidak boleh asal-asalan!," ujar Mimik Idayana di lokasi proyek.
Mimik juga menginstruksikan tim pengawas di lapangan untuk langsung menolak jika menemukan bahan bangunan yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Pengawas harus mengawasi yang benar. Kalau tidak sesuai spesifikasi, bilang dan tolak! Kita pastikan material seperti besi sudah SNI, mutu beton uji tarik dan tekannya terpenuhi," pinta Mimik.
Selain masalah mutu material, perhatian Wabup Mimik tertuju pada progres pengerjaan yang ternyata mengalami kendala deviasi teknis. Dari target capaian 35 persen, pengerjaan fisik proyek itu tercatat minus atau terlambat hingga 13 persen. Pihak kontraktor beralasan keterlambatan disebabkan hambatan distribusi material pendukung seperti scaffolding dan angkur yang baru tiba di lokasi.
"Apa pun alasannya, pekerjaan fisik ini harus sesuai dengan skedul pekerjaannya," ungkapnya.
Meski demikian, Wabup Mimik optimistis proyek layanan cuci darah ini bisa rampung tepat waktu sebelum berganti tahun. Untuk mengejar ketertinggalan, pihak pelaksana berjanji akan menambah jumlah pekerja serta mendongkrak jam lembur.
"Keterlambatan 13 persen dari target 35 persen yang harus diselesaikan, tapi insya Allah akhir Desember 2026 ini sudah selesai semua. Akan dikejar dengan penambahan pekerja, jam lembur dan ketersediaan material," paparnya.
Sementara itu, tidak hanya fokus pada struktur fisik gedung dan skybridge penghubung, Wabup Mimik juga memberikan evaluasi tata ruang kawasan RSUD.
"Kami meminta penataan pedestrian, ruang terbuka hijau, masjid hingga pemilihan jenis tanaman sekitar gedung diperhatikan secara matang. Harapannya, agar tidak merusak pondasi dan fasilitas rumah sakit di masa mendatang," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi