BGN Suspend Operasional Dapur MBG Kalitengah Tanggulangin Usai Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan Massal

republikjatim.com
SUSPEND - Imbas keracunan massal 431 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam Putat, Tanggulangin, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah dapur SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin resmi di-suspend (dihentikan) sementara waktu.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Imbas kasus keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo itu resmi di-suspend atau dihentikan operasionalnya sementara waktu.

​Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo mengonfirmasi BGN Pusat telah menerbitkan surat penghentian operasional dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut usai timnya turun langsung ke lokasi, Selasa (01/09/2026) malam.

Baca juga: Waspadai Ancaman Sesar Waru M 6,8, BMKG dan Pemkab Sidoarjo Gembleng Warga Lewat Sekolah Lapang Gempa

"Sebenarnya, ​dapur SPPG Kalitengah merupakan fasilitas vital yang menyuplai ribuan porsi makanan saban harinya untuk area Tanggulangin dan sekitarnya. ​Skala distribusi dapur ini rutin memasok 2.800 porsi makanan per hari untuk sekolah dan pesantren. Dari jumlah itu, sekitar 1.000 porsi dialokasikan khusus bagi santri Ponpes Manba’ul Hikam," ujar Teguh Bayu Wibowo.

Saat ini untuk uji laboratorium dadi sampel makanan yang dikonsumsi santri telah diambil oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo bersama jajaran kepolisian untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Selanjutnya, hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam kurun waktu satu minggu ke depan.

Baca juga: Wujud Nyata Program ASRI, Kader Gerindra Sidoarjo Rayakan HUT Ke 75 Presiden Prabowo Lewat Hijaukan Kota Delta

​"BGN memastikan keputusan akhir mengenai apakah SPPG Kalitengah akan di-suspend sementara atau di-suspend permanen sangat bergantung pada hasil uji laboratorium serta evaluasi menyeluruh dari BGN Pusat," tandasnya.

​Saat ini, pihak BGN terus berkoordinasi dengan Dinkes Pemkab Sidoarjo dan kepolisian (Polresta Sidoarjo) untuk mengawal proses investigasi kasus dugaan keracunan massal itu.

Baca juga: Momentum Sumpah Pemuda, HMI Sidoarjo Desak Polri Sikat Habis Bandar Narkoba Tanpa Pandang Bulu

"Semua langkah dan upaya ini, untuk memastikan keamanan pangan seluruh penerima manfaat MBG di wilayah Jawa Timur," pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru