Hapus Bayang-Bayang Rumah Bocor Setiap Hujan di Sedati, Begini Kondisi 3 Rumah Warga Miskin Saat Disisir Bupati Subandi

republikjatim.com
RLTH - Bupati Sidoarjo Subandi menyusuri gang-gang permukiman warga miskin dan terhenti persis di depan dinding-dinding rumah usang yang menyangga masa depan ketiga keluarga kurang mampu di Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Senin (24/08/2026).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjelang akhir bulan Agustus 2026, sengatan matahari di Kecamatan Sedati terasa cukup terik. Namun bagi Lilik Kustinah, Nur Maskanah warga Desa Pabean dan Sudarmi warga Desa Pranti, Kecamatan Sedati terik hari itu membawa angin segar yang sudah lama mereka nantikan. Bayang-bayang ketakutan akan atap lapuk yang atapnya selalu bocor dari luapan air saat musim hujan tiba, perlahan mulai sirna.

​Senin (24/08/2026), rombongan Bupati Sidoarjo, Subandi mendadak menyusuri gang-gang permukiman mereka. Langkah sang Bupati terhenti persis di depan dinding-dinding usang yang menyangga masa depan ketiga keluarga kurang mampu itu. Sidak hari itu, bukan sekadar formalitas pejabat saja. Melainkan awal penanda perubahan hidup bagi penghuninya.

Baca juga: Motor Honda CB Hilang Kendali di Tikungan Pekarungan Mahasiswa di Sidoarjo Tewas Tabrak Pagar Rumah di Sukodono

​Berdiri di dalam rumah Sudarmi di Desa Pranti, Bupati Subandi mengamati setiap sudut bangunan yang jauh dari kata layak. Ia menegaskan, hunian yang aman, nyaman serta memiliki sanitasi kamar mandi yang sehat hak dasar warga yang wajib dipenuhi pemerintah.

​"Akhir bulan harus bersih, biar bulan sembilan (September) mulai pelaksanaan perbaikan rumahnya. Semoga, rumah ini segera dilakukan perbaikan agar saat musim hujan tiba, rumah ini tidak sampai bocor dan air tidak sampai masuk ke dalam rumah," ujar Subandi di lokasi sidak Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Sedati.

​Rencana renovasi tidak sekadar memoles tampilan luar. Proyek perbaikan ini meliputi peninggian lantai rumah, pembongkaran total atap yang rapuh hingga pembuatan fasilitas kamar mandi yang layak.

"Tapi, sebelum tukang bangunan datang, kita mengajak warga sekitar untuk bahu-membahu bergotong royong membantu pemilik rumah mengemas isi rumah agar segera dibersihkan sebelum dikerjakan perbaikannya," pinta Subandi.

​Merespons instruksi lapangan itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat. Wakil Ketua IV Baznas Sidoarjo, Ilhamuddin yang turut mendampingi sidak menjelaskan sisa hari di bulan Agustus ini akan difokuskan untuk proses evakuasi barang dan penyiapan hunian sementara bagi para penerima manfaat pembangunan RTLH di Kecamatan Sedati.

​"Sementara Agustus mengondisikan barang-barangnya yang ada di dalam rumah itu bisa dipindah. Termasuk, mempersiapkan si penerima bantuan untuk sementara tinggal di mana. Itu yang penting. Sehingga nanti awal September segera dikerjakan perbaikan rumahnya," Ilhamuddin.

Baca juga: Bupati Subandi Pastikan Kualitas dan Ketepatan Sasaran Setiap Salurkan Bantuan Beras 30 Kilogram di Sidoarjo

​Program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Sidoarjo terus menunjukkan dampak nyata. Hingga pertengahan 2026, tercatat sudah sekitar 700 rumah yang sudah berhasil direnovasi.

​Terdapat beberapa hal baru dalam percepatan penanganan kemiskinan di Sidoarjo kali ini. Diantaranya 

1.​ Penyesuaian Anggaran: Alokasi bantuan per perbaikan rumah dinaikkan dari maksimal Rp 25 juta menjadi Rp 27 juta untuk menyesuaikan kenaikan harga bahan bangunan di pasaran. 

Baca juga: Lamban 4 Persen, Bupati Subandi Minta Proyek Betonisasi Tambakcemandi Sedati Digenjot Ditambah Alat Berat

2. ​Integrasi Data Tunggal: Pemkab Sidoarjo tengah memfinalisasi integrasi data tunggal penerima manfaat yang menggabungkan basis data Baznas, Dinas Sosial (Dinsos) serta Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (P2CKTR) Pemkab Sidoarjo.

3. ​Kolaborasi Antar-Lembaga: Eksekusi perbaikan di lapangan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan dikerjakan bersama secara sinergis antara Baznas dan Dinas Perkim (P2CKTR).

Sementara bagi penerima bantuan baik Lilik, Nur dan Sudarmi, bulan September 2026 bukan lagi sekadar pergantian bulan di kalender. Bulan depan akan menjadi babak baru saat dinding usang rumah mereka diruntuhkan, untuk kemudian dibangun kembali sebagai benteng perlindungan yang hangat dan beralas ketenangan.

"Terima kasih Pak Bupati, harapan rumahnya kami akhirnya bisa diperbaiki melalui bantuan rehab rumah di tahun ini," pungkasnya. Prapanca Biru Mahasurya

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru