Prostitusi dan Miras Makin Marak, Banser dan GP Ansor Sidoarjo Geruduk Ruko Outlet Penjualan Miras di Sarirogo

republikjatim.com
TURUN JALAN - Puluhan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Sidoarjo turun jalan dengan mendatangi outlet miras "Pendekar Bottol" di Ruko Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo, Selasa (28/07/2026) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Geram dengan semakin maraknya penjualan Minuman Keras (Miras) dan tempat prostitusi terselubung yang semakin menjamur di pelbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Sidoarjo, puluhan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Sidoarjo mendatangi outlet miras "Pendekar Bottol" di Ruko Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo, Selasa (28/07/2026) malam.

​Aksi mendadak ini, dipimpin langsung Ketua GP Ansor Kabupaten Sidoarjo, Choirul Mu’minin. Ketua GP Ansor Sidoarjo yang akrab disapa Gus Coi ini, mengatakan aksi menggeruduk tempat miras dan lokalisasi ini, tidak berhenti di satu titik saja seperti malam ini.

Baca juga: Diduga Palsukan Surat Kuasa dan Terima Uang Rp 1,045 Miliar, Eks Kades Mulyodadi Wonoayu Didakwa di Pengadilan Tipikor

"Akan tetapi, aksi ini bakal terus digelar secara masif selama sepekan ke depan. Apalagi, tidak ada tindakan tegas dari Satpol PP maupun Pemkab Sidoarjo," ujar Choirul Mu’minin kepada republikjatim.com, Selasa (28/07/2026) malam.

​Langkah tegas ini, lanjut Gus Coi diambil lantaran GP Ansor dan Banser Sidoarjo menilai instansi terkait dan penegak perda dan keamanan yakni Satpol PP Pemkab Sidoarjo terkesan melakukan pembiaran. Bahkan tampak, kurang responsif terhadap Penyakit Masyarakat (pekat) yang makin merajalela di Kota Delta ini.

​"Sudah sekian lama keberadaan tempat penjualan miras dan tempat prostitusi ini dibiarkan oleh penegak Perda. Bahkan, terkesan tidak ada gerakan secara masif dari Satpol PP dan petugas keamanan lainnya untuk melaksanakan penertiban. Padahal, perizinannya belum jelas semua. Untuk itu, Pemuda Ansor dan Banser Sidoarjo turun ke jalan ke lokasi outlet penjualan miras makan ini," tegas Gus Choi di lokasi.

Tidak hanya itu saja, kata Gus Coi bahaya serius di balik menjamurnya bisnis pekat miras dan narkoba bagi warga Sidoarjo adakah berdampak langsung pada masalah sosial dan kesehatan. 

Baca juga: DPRD Sidoarjo Beri Sinyal Perang Maraknya Miras dan Prostitusi, Desak Penertiban, Revisi Perda dan Ancam Turun Jalan

"Semakin maraknya tempat prostitusi dan outlet penjualan miras berdampak langsung pada peningkatan jumlah masyarakat Sidoarjo yang terjangkit HIV dan Aids," ungkapnya.

Karena itu, kata Coi GP Ansor dan Banser Sidoarjo berkomitmen merazia tempat-tempat prostitusi, sejumlah outlet miras hingga hiburan malam yang menyajikan wanita penghibur. Termasuk yang menyediakan para pemandu lagu.

"Secepatnya kami akan melaksanakan sweeping kalau dalam sepekan ke depan tidak ada tindakan tegas dari petugas," jelasnya.

Baca juga: Pelopor Sekolah Negeri Berjiwa Qur'ani, SMPN 1 Prambon Perkuat Program Mengaji dan Tahfiz Lewat Pelatihan Guru

​Sementara aksi turun jalan para pemuda badan otonom NU ini bukan tanpa alasan. Langkah mereka mendapatkan legitimasi penuh serta dorongan moral dari para ulama dan kiai sepuh di Kabupaten Sidoarjo.


"Para kiai dan ulama Sidoarjo sebelumnya telah berulang kali menyuarakan keprihatinan mereka melalui media, media massa maupun mimbar-mimbar di tempat ibadah. Beralaskan restu ulama itulah, GP Ansor dan Banser siap 'mengawal' kenyamanan serta ketertiban Sidoarjo dari bahaya maksiat di Kota Delta ini," pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru