Sidoarjo (republikjatim.com) - Kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriyah diisi dengan santunan kepada anak yatim. Ada 1.000 anak yatim yang diasuh oleh puluhan panti asuhan di Kabupaten Sidoarjo yang diundang.
Kegiatan sosial ini menjadi sinergi Pemkab Sidoarjo melalui program Baznas Sidoarjo bersama Baznas
Jatim dan Yayasan Siantar Top Peduli. Santunan bersama 1.000 anak yatim itu dibarengi dengan Buka Puasa Bersama di Pendopo Delta Wibawa, Minggu (15/03/2026).
Baca juga: Ironi "Bollywood" Sidoarjo, Ikut Hadiri Pesta Bupati Subandi Mala Janji Tegur Sekda Secara Lisan
Santunan diserahkan simbolis oleh Bupati Sidoarjo Subandi bersama Wakil Ketua I Baznas Jatim KH Masnuh dan Ketua Baznas Sidoarjo M Chasbil Aziz Salju Sodar serta Ketua Yayasan Siantar Top Peduli Niluh Kusuma Dewi. Tampak hadir Kepala Kemenag Sidoarjo H Mufi Imron Rosyadi.
Bupati Sidoarjo, Subandi mengucapkan pemerintah bertanggung jawab terhadap anak yatim. Kesejahteraan mereka menjadi salah satu tanggung jawab yang harus dipenuhi. Menurutnya anak-anak seperti ini juga menjadi aset masa depan bangsa. Karena itu, perhatian kepada mereka menjadi
komitmen Pemkab Sidoarjo yang terus dijaga.
"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo akan terus memberikan perhatian bagi anak-anak yatim melalui
dukungan kerjasama dengan Baznas Sidoarjo dan PT Siantar Top," ujar Subandi.
Menurutnya, seluruh pihak harus peduli terhadap keberadaan anak yatim di sekitarnya. Dengan kepedulian bersama itu, diyakini kebutuhan hidup dan pendidikan mereka akan terpenuhi. Apalagi, perhatian terhadap pendidikan anak yatim diperlihatkan Pemkab Sidoarjo melalui program bea siswa.
"InshaAllah pemerintah daerah selalu memberikan bea siswa kepada anak-anak yatim yang ada di Kabupaten Sidoarjo," katanya.
Dalam kesempatan itu, Subandi berpesan kepada pengurus panti untuk selalu memperhatikan anak-anaknya. Pola asuh dan kedisiplinan harus benar-benar diterapkan. Hal itu, penting untuk membentuk karakter anak yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.
"Saya titip anak-anaknya ngeh Bu. Kalau waktunya ngaji harus disuruh ngaji, kalau waktunya belajar dan anak-anak diingatkan belajar. Jangan sampai anak-anak yang tidak punya orang tua ini pendidikannya tertinggal gara-gara HP," pintanya.
Ketua Baznas Sidoarjo M Chasbil Aziz Salju Sodar menguraikan sudah empat tahun ini lembaganya bekerjasama dengan Yayasan Siantar Top Peduli untuk menggelar santunan kepada seribu anak yatim seperti ini. Ia berharap kerjasama seperti ini tidak berhenti pada program seperti ini saja. Namun dapat merambah pada program-program lainnya seperti program pendidikan bagi anak yatim di Kabupaten Sidoarjo.
"Doa kami adalah semoga Siantar Top Peduli menjadi perusahaan yang benar-benar sukses," ungkapnya.
Sementara Wakil Ketua I Baznas Jatim KH Masnuh mengapresiasi dukungan Pemkab Sidoarjo kepada Baznas Sidoarjo. Ia melihat Baznas Sidoarjo menjadi salah satu lembaga pengelolaan zakat, infaq dan sedekah yang aktif di Jawa Timur. Menurutnya, hal itu, tidak terlepas dari dukungan
pemerintah daerahnya.
"Saya berharap kepada teman-teman Baznas Sidoarjo untuk selalu aktif, aktif dan aktif," pintanya.
Ketua Yayasan Siantar Top Peduli, Niluh Kusuma Dewi berharap apa yang diberikan kali ini dapat memberikan kebahagiaan dan manfaat kepada anak-anak yatim di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, dukungannya kali ini merupakan bentuk perhatian Yayasan Siantar Top Peduli kepada mereka. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat juga diikuti beberapa perusahaan lainnya.
"Besar harapan kami apa yang kami lakukan pada sore ini, akan membawa kebahagiaan kepada anakanak sekalian dan berdampak positif. Termasuk, mungkin bisa ditiru perusahaan - perusahaan lainnya yang ada di Sidoarjo," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi