Sidoarjo (republikjatim.com)- Ketua DPD Partai NasDem Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ambruknya bangunan Musala Santri Putra Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo.
Politisi muda Partai NasDem ini menilai peristiwa itu, tidak hanya meninggalkan duka mendalam saja. Akan tetapi, juga menjadi pengingat pentingnya perhatian serius terhadap sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
"Dengan musibah ini, megara harus hadir. Pemerintah harus hadir untuk pondok pesantren. Kita semua tahu, pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, hingga hari ini, pesantren selalu berperan mencerdaskan generasi bangsa, menjaga moral dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda sebagai generasi penerus," ujar Muh Zakaria Dimas Pratama kepada republikjatim.com, Selasa (30/09/2025) malam.
Lebih jauh, Zakaria Dimas menegaskan musibah ini, harus menjadi momentum bagi semua pihak dan elemen masyakarat untuk lebih peduli, lebih responsif serta berkomitmen memberikan perhatian penuh terhadap kebutuhan Ponpes. Menurutnya, Ponpes tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri.
"Karena selama ini, Ponpes telah banyak berjasa bagi negeri kita tercinta ini. Seluruh Ponpes di pelosok negeri ini,
sudah berjuang dan berjasa untuk bangsa ini. Karena itu, negara wajib memberikan dukungan nyata demi keberlangsungan pendidikan di Ponpes," tegasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Tidak hanya itu, Dimas juga mengajak masyarakat untuk mendoakan keluarga besar Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran. Harapannya, agar diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan atas musibah kemanusiaan ini.
"Semoga Allah SWT mengganti dengan yang lebih baik lagi dan dipenuhi keberkahan," pinta politisi asal Dapil V Kecamatan Taman dan Kecamatan Sukodono ini.
Sementara itu, Partai NasDem Sidoarjo juga akan terus bergandeng tangan bersama masyarakat, pemerintah dan Ponpes untuk memperjuangkan pendidikan yang layak dan bermartabat bagi para santri.
"Harapannya pendidikan karakter dan keagamaan sejak dini melalui Ponpes terus berkembang seiring perkembangan zaman saat ini," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi