Buruh Tani Asal Tarik Gembira dan Sumringah Terima Rumah Layak Huni dari Jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah

republikjatim.com
SERAHKAN - Ketua Panitia Pembangunan Rumah Layak Huni Jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah, Bambang Parikeno menyerahkan kunci rumah yang baru dibangun secara simbolis kepada Sukesi dan putranya Syaifuddin bersama relawan, Rabu (21/08/2024).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Seorang buruh tani, Sukesi warga Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo merasa sumringah dan bahagia. Ini menyusul, dia menerima sebuah rumah layak huni dari jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah.

Rumah berlabel Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah itu, berukuran 4,75 x 7,5 meter. Rumah itu dibangun di atas tanah milik Sukesi dengan anggaran swadaya para jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah.

Baca juga: Sentuhan Kasih Pemkab Sidoarjo, Saat Senyum 3 Warga Difabel Kembali Senyum Saat Terima Kursi Roda dari Wabup Mimik

"Pemberian rumah ini sebagai realisasi rasa syukur para jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah atas nikmat kemerdekaan. Nikmat terbesar Bangsa Indonesia adalah kemerdekaan. Jadi wajib kita syukuri dengan merealisasi dan memberi rumah layak huni kepada sesama anak bangsa yang tidak mampu," ujar Wali Talqin Shiddiqiyyah, Alhallaj Muhyiddin kepada republikjatim.com, Rabu (21/08/2024).

Baca juga: Saluran Air Diduga Tertimbun Tempat Usaha, HMI Sidoarjo Laporkan Penyebab Banjir Jalan Raya Candi ke BBPJN

Sementara putra semata wayang Sukesi yakni Syaifuddin merasa haru dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua yang terlibat pembangunan rumahnya itu. Termasuk kepada Ketua Panitia Pembangunan, Bambang Parikeno.

Baca juga: Langkah Tepat Cegah Banjir, Bupati Subandi Sidak 2 Rumah Pompa Jati dan Sekardangan, Kapasitas Sedot Naik 5 Kali Lipat

"Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Karena kami tidak menyangka punya rumah sebaik ini. Mudah - mudahan saya bisa bersyukur kepada Allah SWT seperti yang dipesankan oleh Pak Ustadz," tandasnya. Rto/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru