Wabup Sidoarjo Ajak Warga Lestarikan Halal Bi Halal dan Saling Memaafkan Sebagai Budaya Khas Indonesia

republikjatim.com
HALAL BI HALAL - Wabup Sidoarjo, Subandi menghadiri acara Halal Bi Halal yang dihelat warga di Masjid Darussalam, Dusun Wates, Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (09/05/2023) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Subandi mengajak kepada semua warga Sidoarjo untuk selalu melestarikan tradisi halal bihalal. Budaya ini sebagai kebiasaan khas di Indonesia setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan.

Hal itu disampaikan Subandi saat sambutan menghadiri Pengajian Umum dan Halal Bi Halal di Masjid Darussalam, Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Dusun Wates, Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (09/05/23) malam.

Baca juga: Pintu Terbuka Lebar di Candi Kala Hj Mimik Idayana Melebur Bersama Warga Sidoarjo di Momen Idul Fitri 1447 Hijriyah

Subandi mengatakan setiap bulan syawal menjadi bulan penuh ampunan. Karena itu, di bulan ini dapat dijadikan sebagai ajang meningkatkan silaturahmi antar sesama. Baginya, silaturahmi akan melebur semua kesalahan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan.

"Tentunya bapak ibu semuanya dengan momentum yang bagus ini bisa bersama - sama meningkatkan silaturahmi," ujar Subandi.

Untuk itu, Subandi yang juga mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo ini mengajak saling memaafkan satu sama lainnya. Alasannya, karena manusia tidak luput dari salah dan dosa. Menurutnya, adanya budaya Halal Bi Halal ini menjadi sarana untuk bisa saling memaafkan.

"Atas nama pimpinan daerah (Wakil Bupati) Sidoarjo karena ini masih momentum luar biasa kita mengucapkan minal aidzin wal faidzin (mohon maaf) yang sebesar-besarnya," imbuh Wabup Sidoarjo ini.

Baca juga: Geger Klaim Dukungan Jelang Muscab PKB Sidoarjo, PCNU dan MWCNU Tegaskan Netral Tak Dukung Subandi di Acara Bukber

Dalam kesempatan ini Subandi juga memberikan bantuan kepada puluhan warga prasejahtera di Dusun Wates, Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin. Santunan berupa uang talih asih diberikan kepada 22 anak yatim dan 10 warga yang beruntung mendapatkan hadiah (doorprize).

Sementara Wakil Ketua Rois Syuriah PRNU Wates Kedensari, Syaiful Bahri menegaskan kegiatan halal bi halal di bulan syawal ini sudah menjadi kegiatan rutin tahunan di Masjid Darussalam Wates Kedensari. Kegiatan ini sebagai simbolis dimulainya semua program awal para jamaah. Mulai jamaah istighotsah, tahlil, yasin putra-putri, diba’ putra-putri, manakib dan majelis taklim setelah libur selama bulan puasa Ramadhan.

Baca juga: DPAC PKB Mulai Bantah Klaim Subandi, Sebut Tak Ada Dukungan Kembali Pimpin PKB Sidoarjo Justru Buka Lpj Dana Banpol

"Halal bi halal ini untuk menyatukan warga Dusun Wates. Agar bersatu melaksanakan setiap kegiatan dengan baik serta melaksanakan penuh semangat. Pada akhirnya akan menampakkan syiar Islam," tandas Syaiful.

Selain itu, Syaiful menilai kegiatan Halal Bi Halal di Masjid Darussalam bekerjasama dengan pengurus ranting Nahdlatul Ulama Wates Desa Kedensari serta Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Tanggulangin. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru