Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersiap mempercantik kawasan perbatasan Sidoarjo - Surabaya. Tidak sekadar memperjelas garis administratif, perbatasan di jalur Kelurahan Menanggal (Gayungan, Surabaya) dan Desa Wadungasri (Waru, Sidoarjo) ini akan disulap menjadi kawasan yang estetik dengan ikon utama berupa Gapura Jenggala.
Langkah penataan ini, diambil untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah, kebudayaan serta kearifan lokal Sidoarjo. Harapannya, agar dapat dirasakan setiap pengendara yang melintas.
Bupati Sidoarjo, Subandi mengatakan pembangunan Gapura Jenggala dirancang agar perbatasan tidak lagi terkesan kumuh atau sekadar jalur perlintasan biasa saja.
"Mudah-mudahan kawasan perbatasan ini bisa ditata ulang sesuai kearifan lokal. Kita ingin mengembalikan nilai-nilai lokal di situ agar batas wilayah Surabaya dan Sidoarjo terlihat jelas, sekaligus mengangkat kembali sejarah Sidoarjo," ujar Subandi saat meninjau lokasi, Jumat (23/10/2026).
Rencana spesifikasi fisik gapura ini akan memiliki lebar minimal 2,5 meter dengan bentang panjang 7 hingga 8 meter, yang nantinya disesuaikan dengan daya dukung lahan di lapangan. Pemkab Sidoarjo, kini tengah mematangkan desainnya bersama Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBM dan SDA) Pemkab Sidoarjo.
"Penataan perbatasan ini dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada estetika fisik. Pemkab Sidoarjo juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan kelancaran lalu lintasnya," ungkapnya.
Sedangkan beberapa langkah strategis yang bakal diambil diantaranya
pembenahan taman dan estetika dengan mempercantik penghijauan dan ruang terbuka hijau di sekitar perbatasan. Kemudian pendataan Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan merangkul dan mendata pedagang agar lingkungan lebih tertib.
"Termasuk penertiban parkir liar dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo diinstruksikan melakukan kajian titik rawan kemacetan, memasang rambu larangan parkir,serta rutin berpatroli," tegasnya.
Dalam peninjauan lokasi itu, Subandi didampingi Wakil Ketua III DPRD Sidoarjo Warih Andono, Kepala DLHK Arif Mulyono serta Kepala BNNK Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto.
Proyek perbatasan Sidoarjo - Surabaya ini menjadi titik awal. Setelah rampung, Pemkab Sidoarjo dijadwalkan akan melanjutkan penataan serupa di titik perbatasan wilayah lainnya, seperti Sidoarjo - Pasuruan dan Sidoarjo - Mojokerto.
"Melalui penataan ini, perbatasan Sidoarjo diharapkan dapat bertransformasi dari sekadar jalan raya menjadi landmark kebanggaan warga yang kaya akan nilai sejarah dan estetika," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi