Sidoarjo (republikjatim.com) - Penyakit jantung tidak lagi identik sebagai penyakit usia lanjut. Tren gangguan kardiovaskular kini kian mengintai generasi muda, menuntut kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk mulai membenahi gaya hidup sejak dini.
Pesan penting itu, ditegaskan Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Sidoarjo, dr Sriatun Subandi dalam seminar peringatan Hari Jantung Sedunia bertema 45 Tahun Menjaga Masa Depan Negeri yang digelar meriah di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo.
Dalam paparannya, dr Sriatun mengungkapkan penyakit jantung dan pembuluh darah masih memegang predikat sebagai penyebab kematian terbesar di dunia. Dampaknya, tidak hanya pada kesehatan saja, akan tetapi juga membawa beban finansial yang amat besar bagi negara.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, pembiayaan untuk penanganan penyakit jantung dan stroke dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menembus angka fantastis Rp 22,8 triliun sepanjang Tahun 2023.
"Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi penyakit jantung mencapai 0,85 persen secara nasional. Yang mengejutkan, kelompok usia muda 25 - 34 tahun sudah mencatatkan prevalensi sebesar 0,15 persen. Ini sinyal kuat bahwa generasi muda tidak boleh lagi abai," ujar dr Sriatun.
Menurut dr Sriatun, sebagian besar faktor risiko penyakit jantung berakar dari kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele. Diantaranya seperti minimnya aktivitas fisik dan olahraga,
kurangnya konsumsi buah dan sayur, kebiasaan merokok dan konsumsi berlebihan gula, garam dan lemak.
"Untuk menekan laju penyakit ini, YJI Sidoarjo mendorong langkah promotif dan preventif secara masif. Masyarakat diimbau untuk kembali ke dasar gaya hidup sehat yakni rutin bergerak dan menjaga asupan gizi seimbang," ungkapnya.
Menjaga kesehatan jantung, lanjut dr Sriatun merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan sinergis antara tenaga kesehatan, keluarga hingga komunitas masyarakat.
Peringatan Hari Jantung Sedunia di Pendopo Delta Wibawa ini tidak sekadar diisi dengan seminar edukatif. Ratusan peserta dari kalangan umum, komunitas olahraga, Kepala Puskesmas hingga organisasi kemasyarakatan tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan interaktif. Diantaranya kompetisi penyerahan penghargaan Lomba Senam Jantung Sehat beregu antarkelompok Klub Jantung Sehat (KJS), kepedulian sosial yakni pembagian paket sembako khusus bagi para penderita penyakit jantung serta deteksi dini dengan layanan pemeriksaan kesehatan jantung gratis untuk para peserta.
"Melalui giat ini, YJI Sidoarjo berharap kesadaran pencegahan dini makin meluas, sehingga masyarakat dapat membiasakan pola hidup sehat demi investasi masa depan yang lebih bugar," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi