Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang menimpa KB/TK Islam Chairina di Dusun Tempuran, Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Bupati Sidoarjo, Subandi turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi kejadian pada Senin (19/10/2026) untuk memastikan proses pemulihan sarana pendidikan tersebut dapat segera berjalan.
Dalam kunjungannya, Bupati Subandi memastikan komitmen Pemkab Sidoarjo untuk segera mengucurkan bantuan perbaikan fisik sekolah.
"Langkah ini diambil agar aktivitas belajar-mengajar bagi para siswa tidak terganggu terlalu lama," ujar Subandi di lokasi kebakaran.
Untuk mempercepat proses rehabilitasi bangunan KB/TK Islam Chairina, Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan dua skema atau opsi pos anggaran perbaikan. Yakni Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Bupati sebagai opsi prioritas utama untuk percepatan penanganan darurat tanpa proses birokrasi yang panjang. Kemudian,
pos data Revitalisasi Sekolah (Revit) sebagai opsi penanganan melalui sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
"Kita ada dua alternatif. Alternatif pertama adalah menggunakan BKK Bupati sebagai langkah percepatan. Dari pihak Kapodik menyampaikan ada alternatif lain lewat data revit, namun kita tegaskan jangan terlalu lama. Ini adalah fasilitas pendidikan, kasihan anak-anak jika harus menunggu lama," ungkap Subandi.
Bupati Subandi menekankan akan memantau langsung perkembangan usulan tersebut. Jika dalam kurun waktu dua minggu jalur Dapodik belum menunjukkan kepastian, Pemkab Sidoarjo akan mengambil alih perbaikan secara langsung menggunakan anggaran daerah.
"Harapannya, agar anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman," tegasnya.
Tidak hanya meninjau lokasi kebakaran sekolah, dalam kesempatan yang sama Bupati Subandi juga menyempatkan diri mengecek pemukiman warga di sekitar area KB/TK Islam Chairina. Saat memantau area belakang sekolah, Subandi menemukan sebuah rumah warga yang kondisinya sangat tidak layak huni dengan kondisi atap yang lapuk dan rapuh.
Melihat kondisi itu, Subandi langsung menginstruksikan jajaran pemerintah desa setempat untuk segera memproses bantuan perbaikan rumah (Rutilahu).
"Tadi saya lihat atap rumah di belakang sekolah kondisinya sudah keropos dan membahayakan. Minimal minggu depan perbaikan sudah harus dimulai. Saya minta Pak Kepala Desa segera menyerahkan data KTP pemilik rumah agar dikawal perbaikannya, sehingga menjadi rumah layak huni dan tidak bocor saat hujan dan aman saat cuaca panas," pungkasnya.
Dengan respons cepat ini, diharapkan penanganan pascakebakaran KB/TK Islam Chairina serta perbaikan rumah tidak layak huni di Desa Tarik dapat selesai tepat waktu demi kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat setempat. Ary/Waw
Editor : Redaksi