Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berkomitmen memberikan perlindungan dan kesempatan hidup yang lebih baik bagi kelompok masyarakat rentan. Tidak hanya berfokus pada pembenahan fasilitas fisik yang tidak layak, Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan langkah konkrit untuk memberdayakan warga binaan Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) yang dinyatakan sembuh agar siap kembali ke tengah masyarakat.
Komitmen itu, ditegaskan Bupati Sidoarjo, Subandi saat meninjau langsung kondisi Liponsos Sidoarjo bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Sidoarjo, R Mharta Wara Kusuma, Jumat (16/10/2026).
Bupati Subandi menekankan pentingnya pemulihan interaksi sosial dan pendampingan psikologis bagi warga binaan yang pulih agar tidak canggung ketika kembali beradaptasi dengan lingkungan luar.
"Warga binaan yang sudah sembuh perlu perhatian agar bisa kembali beradaptasi dengan lingkungan luar. Kemampuan komunikasi dan interaksi sosial mereka harus dipulihkan," ujar Subandi di Liponsos Sidoarjo.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Pemkab Sidoarjo menyiapkan peluang kerja sebagai tenaga alih daya (outsourcing) di sejumlah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) milik pemerintah daerah. Untuk merealisasikan hal ini, Bupati meminta Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Dinas P2CKTR) Pemkab Sidoarjo segera memetakan kebutuhan tenaga kerja di setiap lokasi.
"Warga binaan yang dinilai siap dan memenuhi kriteria nantinya akan menjalani masa percobaan terlebih dahulu," ungkapnya.
Dalam kunjungan lapangan itu, Subandi menyoroti sejumlah fasilitas Liponsos yang masih jauh dari kata layak, khususnya ketersediaan tempat tidur dan sarana saniter. Karena itu, untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan para penghuni, Pemkab Sidoarjo menyiapkan langkah pembenahan. Diantaranya pengadaan kasur layak pakai dengan mengalokasikan anggaran untuk pembelian kasur baru bagi seluruh penghuni Liponsos dengan estimasi harga sekitar Rp 900.000 per unit.
"Termasuk rencana renovasi total MCK dengan memperbaiki secara menyeluruh area Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) demi menjamin kebersihan lingkungan dan kesehatan para warga binaan," tegasnya.
Berdasarkan data dari Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Rehabilitasi Sosial (UPT PP-Rehsos) Dinas Sosial Sidoarjo, Liponsos saat ini menampung sebanyak 130 warga binaan terdiri dari 79 laki-laki dan 51 perempuan. Para penghuni terdiri atas Gelandangan dan Pengemis (Gepeng), anak jalanan, lansia terlantar serta Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
"Dari total penghuni itu, beberapa di antaranya saat ini sedang menjalani perawatan intensif medis di beberapa rumah sakit. Diantaranya 10 orang dirawat di RSJ Lawang dan 9 orang dirawat di RS Anwar Medika," ungkapnya.
Melalui pembenahan sarana dan program pemberdayaan kerja ini, Pemkab Sidoarjo berharap warga binaan tidak hanya mendapatkan tempat bernaung yang layak saja.
"Akan tetapi, juga memiliki bekal mandiri untuk menata kembali masa depan mereka," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi