Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kembali menunjukkan langkah konkret dalam menekan angka pengangguran serta merealisasikan program 100.000 lapangan kerja baru. Bertempat di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur Pemkab Sidoarjo resmi membuka Job Fair Hybrid 2026, Selasa (03/11/2026).
Tidak tanggung-tanggung, ajang bursa kerja ini menghadirkan 4.246 lowongan pekerjaan untuk 298 posisi jabatan yang disediakan 60 perusahaan baik skala lokal, nasional hingga internasional (luar negeri).
Pembukaan acara dilakukan Pj Sekda Sidoarjo, M Ainur Rahman, bersama Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo, Dwi Eko Saptono mengungkapkan Job Fair Hybrid ini dirancang untuk memangkas kesenjangan (gap) antara penyedia kerja dan para pencari kerja.
"Dalam idiom Jawa, kondisi saat ini sering disebut 'tetuku seng tuku ora teka-teka, seng dituku ya ora tuku-tuku'. Artinya, pencari kerja merasa sulit dapat kerja, tetapi di sisi lain perusahaan juga mengeluh sulit dapat tenaga kerja yang cocok. Di sinilah tugas Pemkab Sidoarjo untuk menjembatani agar proses penempatan kerja berlangsung cepat, mudah, dan transparan," ujar Dwi Eko Saptono.
Sistem hybrid, lanjut Dwi memfasilitasi pelamar untuk mendaftar secara online mulai 29 Oktober hingga 5 November 2026, sementara proses seleksi oleh perusahaan akan dipantau Disnaker Pemkab Sidoarjo hingga akhir tahun 2026 mendatang.
"Dalam ajang tahun ini, terdapat dua sektor lowongan yang menyerap tenaga kerja paling banyak. Yakni lokal dengan kebutuhan 800 posisi pengemudi taksi listrik menjadi peluang kerja lokal terbesar dan luar negeri yakni PT KMI membuka lowongan fantastis sebanyak 1.400 tenaga kerja untuk penempatan di berbagai wilayah di Asia," ungkap Dwi Eko.
Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku usaha yang telah memberikan ruang dan kesempatan kerja inklusif bagi para penyandang disabilitas.
"Karen peluang itu, sudah sesuai dengan amanat UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Tenaga Kerja,'' tegasnya.
Sementara membacakan sambutan Bupati Sidoarjo, Subandi, Pj Sekda Sidoarjo, M Ainur Rahman memaparkan Sidoarjo mengalami tren pertumbuhan ekonomi yang positif yakni naik dari 5,54 persen (Tahun 2024) menjadi 5,63 persen (Tahun 2025) dengan industri manufaktur menyumbang hampir separuh PDRB (49,45 persen).
"Realisasi investasi hingga semester I Tahun 2026 pun telah menembus Rp7,7 triliun dan menyerap lebih dari 8.000 tenaga kerja," ungkapnya.
Kendati demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sidoarjo diakui masih menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan bersama. Meski telah berhasil diturunkan dari 6,49 persen (di Tahun 2024) menjadi 5,75 persen (di Tahun 2025).
"Capaian ekonomi dan penekanan angka kemiskinan sudah sangat bagus. Tapi, masalah pengangguran harus terus kita tekan lewat sinergi antara dunia pendidikan, industri dan pemerintah. Kami berharap Job Fair ini bukan sekadar seremonial saja, tetapi bisa benar-benar menyerap tenaga kerja lokal secara nyata," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi