Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Desa (Pemdes) Tanggul, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo memberikan klarifikasi resmi meluruskan tuduhan miring mengenai proyek pembangunan jalan paving di Dusun Tanggul Kidul RT 004 dan RT 005, RW 003.
Sebelumnya, proyek yang bersumber dari Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 senilai Rp 352,2 juta itu, sempat diterpa isu dugaan penyimpangan. Proyek pengerjaan jalan sepanjang 350 meter itu, dituding tidak dilaksanakan secara swakelola, dialihkan ke pihak ketiga (borongan) hingga muncul spekulasi penggelembungan anggaran (mark-up).
Menanggapi kabar itu, Kepala Desa (Kades) Tanggul, Syaiful Akhmadi, bersama pekerja lokal dan warga sekitar memberikan penjelasan rinci mengenai fakta dan kondisi riil di lapangan perkiraan itu.
Kepala Desa (Kades) Tanggul, Syaiful Akhmadi mengatakan pelaksanaan kegiatan fisik di desa selalu mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas sesuai petunjuk teknis (Juknis) yang berlaku. Menurutnya,mengenai narasi yang berkembang terkait papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, Syaiful meminta masyarakat untuk memahami dinamika teknis pekerjaan di lapangan secara utuh.
"Potret papan proyek yang terpasang itu adalah rencana teknis awal sebagai bentuk transparansi informasi publik. Kondisi di lapangan dalam proses pengerjaan tentu bisa dinamis dan penyesuaian teknis itu lazim terjadi, tetapi yang pasti proyek ini dipastikan tuntas 100 persen sesuai target spesifikasi dan kualitas," ujar Syaiful Akhmadi saat memberikan keterangan, Sabtu (24/10/2026).
Syaiful menambahkan Pemerintah Desa Tanggul selama ini, cukup terbuka terhadap masukan masyarakat dan menjamin tidak ada niat untuk menyalahgunakan anggaran BK Provinsi Jatim itu. Bahkan, Pemerintah Desa Tanggul berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tahapan pengerjaan jalan paving sepanjang 350 meter dan lebar 4 meter itu, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) teknis maupun pertanggungjawaban administratif.
"Kami (Pihak Pemerintah Desa) juga menyambut baik fungsi pengawasan dari masyarakat maupun lembaga terkait demi terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan dan berorientasi pada kesejahteraan warga Desa Tanggul," tegas Syaiful.
Sementara tudingan yang menyebutkan pengerjaan fisik jalan tidak melibatkan warga sekitar dan dialihkan sepenuhnya kepada kontraktor luar juga langsung ditepis oleh tenaga kerja lokal.
Subakir, salah seorang pekerja asal Desa Tanggul yang ditemui di lokasi pengerjaan, menyatakan proyek itu, mengikutsertakan potensi warga setempat.
"Tuduhan proyek ini dilempar ke borongan luar itu tidak benar. Kami yang bekerja di sini adalah warga lokal sendiri. Kami bersama Tim Pengelola Kegiatan (TPK) turun langsung mengerjakan penataan pasir uruk hingga pemasangan paving block. Justru dengan adanya kegiatan ini, warga yang butuh pekerjaan bisa berdaya," jelas Subakir.
Di sisi lain, apresiasi dan dukungan juga datang dari warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan. Desy, salah seorang warga sekitar proyek mengungkapkan warga menyambut positif perbaikan akses jalan lingkungan mereka itu.
"Sebagai warga yang setiap hari melewati jalan ini, kami tentu sangat senang dengan adanya perbaikan paving itu. Soal pekerjaannya, kami melihat sendiri tetangga-tetangga dan warga sekitar sini juga ikut kerja di lokasi. Bagi kami yang penting jalannya jadi bagus, rapi dan cepat selesai agar nyaman dilewati," pungkas Desy. Hel/Waw
Editor : Redaksi