Sidoarjo (republikjatim.com) - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo resmi mengukuhkan jajaran pengurus DPC dan DPAC PKB se-Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2031 di Sun Hotel Sidoarjo. Mengusung semangat Grand Jumping, konsolidasi besar-besaran ini menjadi penanda kesiapan PKB Sidoarjo dalam menyongsong kontestasi politik, baik di Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Tahun 2029 mendatang.
Struktur kepengurusan baru ini membawa penyegaran signifikan dengan melibatkan 60 persen kaum milenial dan 30 persen keterwakilan perempuan. Tak hanya itu, hasil Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di 18 kecamatan mencatat 70 persen posisi diisi kaum muda dan diisi wajah - wajah baru dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Baca juga: Resmi Pegang SK Kepengurusan, DPD Golkar Sumenep Tancap Gas Targetkan 4 Kursi DPRD
Ketua DPC PKB Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin mengatakan pengukuhan ini merupakan langkah awal persiapan tempur menuju Pilkada dan Pileg. Rizza menyampaikan tiga agenda utama yang menjadi target kepengurusan periode 2026 - 2031.
Pertama Pembangunan Graha Kebangsaan yakni Kantor baru DPC PKB Sidoarjo yang berlokasi di daerah Blurukidul tepatnya di depan Gedung Rahmatul Ummah. Rencananya, peletakan batu pertama pemancangannya direncanakan akan diletakkan langsung oleh Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Imim).
Kedua targetnya adalah lonjakan kursi di DPRD Sidoarjo yakni dengan memasok suntikan semangat baru untuk menaikkan perolehan kursi legislatif (DPRD Sidoarjo) dari 15 kursi menjadi 18 kursi atau bahkan menjadi 22 kursi.
Ketiga targetnya adalah kemenangan mutlak di Pilkada Sidoarjo yakni mengusung kader murni PKB untuk memenangkan kursi kepemimpinan daerah Sidoarjo baik di jajaran legislatif maupun eksekutif.
"Dengan modal lebih dari 200.000 lebih suara pada Pemilu 2024 lalu, kita siap melipatgandakan kemenangan. Kapan pun Pemilu digelar, baik di Tahun 2029 maupun Tahun 2031, kader dan kekuatan struktur PKB Sidoarjo siap bertarung dan menang," ujar Ketua DPC PKB Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin sembari memohon doa restu dari jajaran kiai, bu nyai, PCNU serta MWC NU se-Kabupaten Sidoarjo disela pengukuhan di Sun Hotel Sidoarjo, Minggu (04/10/2026) malam.
Pada kesempatan itu, Ketua DPC PKB Sidoarjo juga memperkenalkan 15 anggota Fraksi PKB DPRD Sidoarjo yang memiliki karakter serta kredibilitas beragam dalam mengawal aspirasi masyarakat Sidoarjo.
1. M Dhamroni Chudlori sebagai anggota paling responsif dan agresif dalam memperjuangkan hak warga.
2. Abdillah Nasih sebagai ahli strategi dalam pengambilan keputusan yang selalu menentramkan kader.
3. Ainur Jariyah sebagai ibu Kabupaten Sidoarjo sekaligus Ketua PC Muslimat NU.
4. H Usman sebagai anggota DPRD yang terkenal dengan kerja cepat (sat set wat wet).
5. Ahmad Muzayyin dikenal sebagi Ketua Fraksi PKB yang tegas dan berwibawa.
6. Sulamul Hadi Nurmawan dikenal sebagai ahli lobi dan komunikasi politik.
7. H. Atok Ashari dikenal sebagai figur sederhana dan bloko suto (apa adanya), yang kerap mengendarai sepeda motor saat berkantor.
8. H Rojik sebagai anggota fraksi paling lincah dalam bergerak di lapangan.
9. Abud Asyrofi dikenal sebagai sosok yang sangat humble dan juga gemar menggunakan motor.
10. Hj Elok Suciati yang dikenal sebagai Srikandi petarung yang gigih.
11. M Rafi Wibisono sebagai anggota termuda dan paling lincah sekaligus Ketua KONI Sidoarjo.
12. H Pujiono yang dikenal tetap berkomitmen menjalankan tugas kedewanan melalui agenda rutin 'Jumat Fraksi'.
13. Sutadji dikenal sebagai dewan yang kalem.
14. Saifuddin Affandi dikenal sebagai tokoh penyeimbang dan dikenal sebagai ustadz di lingkungan DPRD Sidoarjo.
"Melalui momen pengukuhan pengurus ini, kami juga menegaskan kembali hubungan dekat antara PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) di Sidoarjo. Sinergi ini juga terwujud dengan komitmen bersama untuk menyemarakkan Hari Santri mendatang secara lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya," tegas Rizza Ali Faizin.
Wakil Ketua DPW PKB Jatim, Anik Maslacha menyampaikan PKB hadir bukan sekadar hanya untuk kepentingan politik kekuasaan semata.
"Akan tetapi, PKB hadir untuk menghadirkan politik santun, berbudaya serta membawa kemaslahatan bagi umat," pintanya.
Senada dengan hal itu, Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) menegaskan keterikatan tidak terpisahkan antara PKB dan NU.
"Historis dan ideologis PKB adalah NU. Politiknya sama, yaitu Rahmatan Lil 'Alamin. Kewajiban PKB adalah berkhidmat dan mencari kemaslahatan bagi NU dan masyarakat," pesan Gus Halim Iskandar.
Sementara Ketua PCNU Sidoarjo, M Zainal Abidin menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin antara PKB dan NU Sidoarjo. Zainal yang juga mantan Ketua KPU Sidoarjo ini menekankan prioritas utama NU adalah pelayanan umat, yang sejalan dengan kebijakan publik yang diperjuangkan PKB.
"Sebagai wadah yang melahirkan PKB, sinergi antara PCNU, MWNU, Muslimat, dan Fatayat bersama PKB akan mempermudah terwujudnya kemakmuran di Sidoarjo. Terlebih lagi, sowan dan silaturahmi ke jajaran Syuriah dan kiai rutin dilakukan pengurus PKB , bukan hanya saat menjelang Pileg saja," pungkas M Zainal Abidin. Ary/Waw
Editor : Redaksi