Inovasi Digital Pendidikan Inklusif, Tim Peneliti UNESA Bersama Pemkab Gresik Matangkan Pengembangan SIMASIF

republikjatim.com
FGD - Tim peneliti Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI-Saintek) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pengembangan Sistem Manajemen Sekolah Inklusif (SIMASIF) kemarin.

Gresik (republikjatim.com) - Langkah nyata dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif berbasis teknologi terus dimatangkan di Kabupaten Gresik. Tim peneliti dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI-Saintek) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pengembangan Sistem Manajemen Sekolah Inklusif (SIMASIF) bulan lalu.

​Kegiatan ini, menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang menghadirkan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, UPT Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (LPABK), para Kepala Sekolah (Kasek) penyelenggara pendidikan inklusif, Guru Pendamping Khusus (GPK) hingga orang tua murid berkebutuhan khusus.

Baca juga: Guyub dan Sehat, Ribuan ASN Sidoarjo Padati Alun-Alun, Bupati Pesan Tubuh Bugar, Pelayanan Masyarakat Maksimal

​Pengembangan SIMASIF ini merupakan bagian dari Program BESTARI-Saintek yang diselenggarakan Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Minat Saintek), Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini, mendapat dukungan pendanaan penuh dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta menjadi bagian integral dari ekosistem SEMESTA (Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Kemajuan Sains dan Teknologi Nusantara) untuk mendorong pemanfaatan hasil riset bagi masyarakat.

​Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr S Hariyanto S Pd M M memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi itu. Hariyanto menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan bagi semua kalangan.

​"Kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan dan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam menghadirkan layanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan murid berkebutuhan khusus," ujar Hariyanto kepada republikjatim.com, Jumat (02/10/2026).

​Dukungan senada disampaikan Kepala UPT LPABK Kabupaten Gresik. Pihaknya menyambut positif forum yang menyatukan beragam perspektif itu. Pihaknya berharap platform digital yang dirancang dapat memberikan manfaat optimal dan tepat sasaran saat diterapkan di lapangan.

Baca juga: Solusi Macet Jangka Panjang, Flyover Gedangan Dirancang Enam Lajur, Tahan Beban Lalu Lintas Hingga 30 Tahun

​Sementara Ketua Tim Peneliti SIMASIF, Dr Hitta Alfi Muhimmah, S Pd M Pd menekankan pelibatan aktif para pemangku kepentingan sejak tahap awal merupakan kunci utama keberhasilan inovasi berbasis riset ini.

​"SIMASIF dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata para pemangku kepentingan pendidikan inklusif di Kabupaten Gresik. Keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan teknologi yang dikembangkan saja. Akan tetapi, juga sejauh mana sistem mampu menjawab kebutuhan pengguna di lapangan. Karena itu, masukan dari Dinas Pendidikan, UPT LPABK, Kepala Sekolah, GPK maupun orang tua menjadi bagian yang sangat penting dalam inovasi kali ini," ungkap Dr Hitta.

Baca juga: Bupati Subandi Pangkas Pungutan Pedagang CFD Sidoarjo Jadi Rp 5.000, Minta Jangan Terlalu Bebani Rakyat

​Selama diskusi interaktif berlangsung, para peserta aktif memberikan masukan kritis terkait pengelolaan data murid berkebutuhan khusus, efisiensi layanan dan komunikasi antar pihak. Bahkan, hingga fitur-fitur teknis yang diharapkan hadir di dalam SIMASIF.

​Salah satu peserta mengungkapkan optimismenya SIMASIF tidak sekadar menjadi media pencatatan data saja. Melainkan alat koordinasi strategis yang membuat penyelenggaraan pendidikan inklusif lebih terstruktur dan terdokumentasi dengan baik.

"​Seluruh gagasan dan tantangan yang terhimpun dalam FGD ini akan menjadi bahan evaluasi utama bagi tim peneliti UNESA dalam menyempurnakan arsitektur sistem SIMASIF. Melalui sinergi erat antara akademisi, pemerintah daerah, praktisi pendidikan dan orang tua, SIMASIF diharapkan hadir sebagai solusi berkelanjutan yang berdampak nyata bagi penguatan ekosistem pendidikan inklusif di Kabupaten Gresik," pungkas Hitta. Rit/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru