Ratusan Santri Korban Keracunan Dirawat di 7 Rumah Sakit, Bupati Subandi Instruksi Penanganan Maksimal Hingga Sembuh

republikjatim.com
DIRAWAT - Korban keracunan mencapai 203 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin terbanyak dirawat di RSUD RT Notopuro Sidoarjo dari 6 rumah sakit lainnya di Sidoarjo, Selasa (01/09/2026) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi turun langsung meninjau penanganan darurat ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin yang diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Bertempat di depan area Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sidoarjo, Subandi memastikan pemerintah daerah bergerak cepat dan memberikan penanganan medis secara gratis serta menyeluruh hingga ratusan korban sembuh total.

​Hingga Selasa malam, jumlah korban yang dirawat khusus di RSUD Sidoarjo mencapai 203 santri dari total keseluruhan korban yang tersebar di 7 fasilitas kesehatan (Faskes) rumah sakit  di Sidoarjo.

Baca juga: Perkuat Sinergi Teritorial, Dandim 0816 Sidoarjo Rangkul Media dan Konten Kreator Ajak Jaga Kondusifitas Kota Delta

​Dalam keterangan persnya di hadapan awak media di area IGD, Subandi mengatakan prioritas utama Pemkab Sidoarjo saat ini adalah keselamatan jiwa para santri. Pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran direksi rumah sakit dan tenaga medis untuk memberikan perawatan paling optimal dan maksimal hingga para santri sembuh total.

​"Kami sudah mengecek langsung ke dalam rumah sakit. Semua pasien kami pastikan tertangani dengan cepat dan baik. Saya sudah minta kepada Dirut RSUD dan seluruh jajaran medis untuk memaksimal pelayanan. Tidak boleh ada kekhawatiran, penanganan akan dilakukan secara total sampai anak-anak (santri) kita benar-benar sehat dan diperbolehkan pulang," ujar Bupati Sidoarjo, Subandi di RSUD RT Notopuro Sidoarjo.

​Subandi juga menambahkan pemerintah akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Termasuk, rencana evaluasi dan pemeriksaan teknis terkait penyediaan menu makanan (SPPG/dapur penyedia) bersama pihak-pihak terkait pada hari berikutnya.

​"Pasti akan dilakukan pemeriksaan terhadap dapur SPPGnya," ungkapnya.

​Kedatangan Bupati ke RSUD Sidoarjo disambut kesiapan tim medis yang bekerja ekstra keras menampung gelombang pasien. Berdasarkan pantauan di lokasi hampir seluruh ruang IGD dan penunjang medis difokuskan untuk menstabilkan kondisi santri yang mengalami gejala mual, muntah, dan lemas itu.

Sedangkan pendataan Real-Time dadi pihak rumah sakit terus memantau perkembangan fisik para santri. Hal itu, untuk memastikan tidak ada pasien yang mengalami dehidrasi berat atau komplikasi lanjutan.

Inilah ​Ringkasan Sebaran Santri Korban Keracunan Massal MBG di Sidoarjo

Baca juga: Kesaksian Santri dan Pengasuh Ponpes Mahika Sidoarjo, Kronologi Keracunan MBG Hingga Tepis Isu Miring Ada Korban Jiwa

​Total sementara korban terdata di seluruh faskes mencapai 324 santri:

​1. RSUD RT Notopuro Sidoarjo ada sebanyak 203 santri (Pusat Penanganan Utama)

2. ​RS Siti Hajar ada 57 Santri

3. ​RS Siti Fatimah ada 21 Santri

4. ​RS Delta Surya ada 14 Santri

Baca juga: Ratusan Santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan Program MBG Dugaan Sementara Menu Basi

5. ​RS Pusura Candi ada 13 Santri

6. ​RSU Bhayangkara Porong ada 8 Santri

7. ​Klinik Azka Medika ada 8 Santri

"Kami (​Pemkab Sidoarjo) menghimbau para wali santri untuk tetap tenang. Karena seluruh biaya dan fasilitas penanganan telah ditanggung serta dikawal langsung oleh pemerintah daerah," pungkas Subandi. Ary/Waw

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru