Sidoarjo (republikjatim.com) - Kerapuhan itu terlihat makin nyata ketika langkah kaki Bupati Sidoarjo, Subandi menapaki satu per satu rumah warga di Kecamatan Tarik. Di bawah atap yang lapuk dan lantai yang serba seadanya, ada harapan yang bertahun-tahun terpendam dari para pemiliknya yang merindukan hunian yang aman, kokoh dan manusiawi.
Kunjungan mendadak (sidak) yang dilangsungkan dengan didampingi pejabat Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Sidoarjo, Baznas Sidoarjo serta jajaran Forkopimka Tarik itu, menjadi secercah angin segar. Kehadiran jajaran pimpinan daerah itu membuahkan atensi nyata bagi tiga warga yang membutuhkan uluran tangan.
Perjalanan kemanusiaan ini menyasar tiga kediaman warga kurang mampu di tiga desa berbeda. Yakni Jumadi di Desa Singogalih, Siti Muanah di Desa Sebani dan Anna di Desa Mliriprowo.
Dengan melihat langsung kondisi fisik tempat tinggal yang berstatus Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) itu, Pemkab Sidoarjo bergerak cepat merancang langkah perbaikan mendasar. Koordinasi langsung dilakukan bersama Baznas Sidoarjo untuk memprioritaskan area vital yang berisiko bahaya.
"Segera kita koordinasikan dengan Baznas untuk diperbaiki. Kita harapkan saat musim hujan warga dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman," ujar Bupati Subandi di sela-sela peninjauannya di rumah Anna.
Fokus utama pembenahan mencakup perbaikan atap yang rawan bocor saja. Akan tetapi, perbaikan sanitasi kamar mandi, serta pembenahan lantai rumah agar layak dan higienis.
Bagi Anna, wanita yang sehari-hari mengadu nasib dengan berjualan nasi bungkus, kedatangan rombongan bupati ke ke rumahnya bak kejutan manis yang tak disangka-sangka. Rasa haru tak mampu ia bendung saat mengetahui rumahnya masuk dalam prioritas perbaikan.
"Saya sangat bersyukur. Terima kasih nggih Pak Bupati Subandi yang membantu perbaikan rumah kami. Semoga setelah diperbaiki, keluarga saya dapat hidup lebih aman dan nyaman," ucap Anna menahan haru.
Langkah turun langsung ke lapangan ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo agar setiap bantuan sosial tidak sekadar menjadi angka di atas kertas saja. Melainkan, benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya.
Bupati Subandi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yakni mulai dari pemerintah daerah, Baznas hingga perangkat kecamatan dan desa. Terutama, dalam menyisir warga yang belum tersentuh hunian layak.
"Dengan melihat kondisi lapangan secara langsung, pemerintah memastikan persoalan warga dapat direspon cepat sehingga kehadiran negara benar-benar terasa nyata di tengah masyarakat," pungkasnya. (Prapanca Biru Mahasurya)
Editor : Redaksi