Warga Ubah Tempat Pembuangan Sampah Jadi Lokasi Budidaya Sayur dan Spot Berswafoto


Warga Ubah Tempat Pembuangan Sampah Jadi Lokasi Budidaya Sayur dan Spot Berswafoto SPOT SELFIE - Warga RT 30, RW 10, Perumahan Citra Surya Mas, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo menyulap tempat pembuangan sampah menjadi tempat budidaya sayur dan spot untuk berswafoto (selfie).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Warga RT 30, RW 10, Perumahan Citra Surya Mas, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo mampu menyulap tempat pembuangan sampah menjadi tempat budidaya sayuran dan spot untuk berswafoto (selfie). Warga tidak hanya bisa menikmati hamparan tanaman sayuran, tapi juga bisa memanfaatkan untuk berswafoto bersama teman dan kerabat terdekatnya.

Bahkan, di lokasi warga dimanjakan dengan hamparan sayuran anti bahan kimia. Diantaranya bayam, kangkung, tomat, cabai, terong dan lainnya. Seluruh tanaman tidak menggunakan pupuk yang terbuat dari bahan kimia. Tak hanya itu, warga juga bisa memanfaatkan lahan yang dulunya tak terurus itu menjadi kolam tempat ternak ikan lele, nila dan tanaman toga.

Ketua RT 30 Perumahan Citra Surya Mas, Imam Mukozali mengatakan kebun sayur itu dulunya merupakan tempat pembuangan sampah yang dipenuhi ilalang dan rumput tinggi lainnya. Bahkan tak sedikit warga yang tidak mau lewat di area itu. Apalagi, sebelumnya tempat itu dulunya tempat pembuangan sampah yang tak terurus.

"Warga takut karena khawatir ada ular keluar dari semak-semak atau ilalang tinggi. Setelah dibersihkan warga secara swadaya, akhirnya lahan seluas sekitar setengah hektar ini menjadi tempat asri dan diharapkan bisa menjadi inspirasi. Agar warga lingkungan menjadi energik dan terdepan sesuai dengan slogan RT 30 selalu terdepan dalam berusaha," ujarnya, Jumat (20/11/2020).

Untuk dana yang digunakan, kata Imam merupakan hasil swadaya warga. Hasil budidaya nanti juga dikembalikan kepada warga. Artinya dari warga, oleh warga untuk kemaslahatan warga.

"Selama ini kami mengelola mandiri dari hasil swadaya warga di lingkungan RT. Dan donasi warga yang kita kumpulkan tanpa ada paksaan. Sehingga ada kesadaran masyarakat untuk mengelola lingkungan dengan baik. Semoga ke depan mendapat bantuan pemerintah," pintahnya.

Dengan adanya sejumlah tanaman dan bidudaya ikan yang dikemas dalam Badan Usaha Milik RT atau BUM ERTE ini, diharapkan bisa menjadi salah satu solusi untuk ketahanan pangan bagi warga sekitar di tengah pandemi Covid-19. Badan Usaha milik RT ini diharapkan bisa memberikan solusi bagi warga, agar tidak berat-berat membayar iuran.

"Iuran itu diantaranya pengelolaan sampah, keamanan dan kegiatan sosial lain. Kalau BUM ERTE bisa berjalan bisa mengurangi pengeluran warga. Kecil memang yang lakukan tapi kami berharap adanya BUM ERTE ini bisa memberikan manfaat bagi warga," tegasnya.

Imam mengaku tidak keberatan jika BUM ERTE nanti ada yang meniru atau ingin melakukan seperti yang diinisiasi warga Perumahan Citra Surya Mas, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo ini. Pihaknya justru senang jika ada yang ingin melakukan hal yang sama.

"Karena berbagi kebaikan dan memberi manfaat kepada orang lain itu merupakan hal baik," paparnya.

Sementara salah satu warga, Susanti mengaku senang dengan adanya BUM ERTE. Alasannya, BUM ERTE ini lingkungan menjadi asri. Sleian itu, dengan adanya sayuran yang ada di tempat itu warga bisa memetik sendiri dan tidak perlu membeli jauh-jauh.

"Alhamdulillah, sayurannya sangat segar dan bagus. Karena tanamannya tidak memakai bahan kimia. Kami juga tak perlu belanja jauh-jauh. Karena di kebun ini, semua sayuran lengkap," tandasnya. Hel/Waw