Warga Munggu Ponorogo Digembleng Pendidikan Wawasan Kebangsaan


Warga Munggu Ponorogo Digembleng Pendidikan Wawasan Kebangsaan ANTUSIAS - Anggota DPRD Ponorogo, Teguh Pujianto saat menyampaikan materi wawasan kebangsaan di Balai Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, Senin (21/11/2022).

Ponorogo (republikjatim.com) - Dalam rangka membentuk warga negara Indonesia yang memiliki jiwa cinta terhadap bangsa dan negara, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo, Teguh Pujianto memberikan Pendidikan Wawasan Kebangsaan terhadap ratusan warga Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Ponorogo. Pendidikan Wawasan Kebangsaan ini bertempat di Pendopo Balai Desa setempat, Senin(21/11/2022).

Pendidikan Wawasan Kebangsaan ini diikuti ratusan warga Desa Munggu. Mereka terdiri dari tokoh masyarakat, ketua RT, para guru ngaji dan imam masjid/musala. Kegiatan ini tujuannya untuk membentuk jiwa serta mental berjiwa Pancasila seutuhnya.

Sosialisasi Pendidikan Wawasan Kebangsaan ini menjadi implementasi Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 yakni untuk menuju masyarakat yang yang berkarakter dan kepribadian Pancasila.

"Kita tidak dapat membendung derasnya kemajuan teknologi. Karena itu, kita harus melakukan upaya-upaya untuk memberi pembekalan terus menerus kepada masyarakat. Harapannya, terbentuk sikap pribadi masyarakat dengan karakter kebangsaan yang kuat, untuk tetap menjaga keutuhan negara kesatuan NKRI serta menjaga kerukunan tanpa membedakan golongan," ujar Teguh Pujianto kepada republikjatim.com, Senin (21/11/2022).

Lebih jauh Teguh menjelaskan perwujudan Wawasan Kebangsaan dalam berbangsa dan bernegara itu diantaranya seperti mata pelajaran seni. Misalnya, kita bisa memasukkan materi Bela Negara dalam bingkai lagu-lagu nasional atau daerah yang ada di Indonesia. Pada mata pelajaran matematika, kita bisa memasukkan posisi strategis Indonesia dengan cara menghitung batas wilayah daratan dan lautan di Indonesia.

"Masih banyak contoh yang lain dan materi Wawasan Kebangsaan dapat diimplementasikan di setiap mata pelajaran," imbuh Teguh.

Wawasan Kebangsaan, kata Teguh memang menjadi alat peredam dalam melawan arus globalisasi. Seyogyanya, semua harus mematri pikiran dan hati untuk lebih mengenal lebih dalam lagi negara Republik Indonesia.

"Kalau hal itu dilakukan, maka kelak kita akan menjumpai anak-anak muda yang bangga dengan bangsa dan budaya yang berbeda-beda. Kalau arus Globalisasi masuk di Indonesia, mereka sudah memiliki penangkal yang super canggih," tandasnya.

Di sela - sela pertemuan itu, anggota Komisi B DPRD Ponorogo ini banyak dapat usulan warga. Terutama terkait perbaikan jalan. Karena banyaknya infrastruktur di Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Ponorogo yang rusak. Mal/Waw