Wabup Sidoarjo Pastikan Balita Kelainan Anus Asal Tanggulangin Segera Dirujuk Lagi ke RSU dr Soetomo


Wabup Sidoarjo Pastikan Balita Kelainan Anus Asal Tanggulangin Segera Dirujuk Lagi ke RSU dr Soetomo BANTUAN - Wabup Sidoarjo, Subandi segera merujuk balita kelainan anus, Muhammad Haidar Dhanu (2) warga Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo untuk segera dioperasi di RSU dr Soetomo, Surabaya, Senin (17/01/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Muhammad Haidar Dhanu Abrisam, yang mengalami kelainan anus atau anus tidak terbentuk dengan sempurna (Anus Imperforata) akhirnya mendapat bantuan dari Pemkab Sidoarjo.

Selain itu, balita berusia 2 tahun yang merupakan putra Yuni warga Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo itu juga akan segera dirujuk lagi ke Rumah Sakit Umum dr Soetomo Surabaya. Rujukan itu agar balita ini segera menjalani perawatan operasi.

"Pemkab Sidoarjo akan membantu dengan memfasilitasi selama proses operasi. Sedangkan biaya operasi akan ditanggung melalui BPJS Kesehatan," ujar Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Subandi yang datang memberikan bantuan Pemkab itu, Senin (17/01/2022).

Saat dijenguk Wabup Sidoarjo, kondisi Dhanu terlihat sehat. Hal ini karena selama ini kesehatan Dhanu dalam pantauan Puskesmas Tanggulangin.

"Kondisinya sehat. Selama ini sudah ditangani Puskesmas Tanggulangin. Bahkan setiap hari dipantau terutama asupan gizinya untuk melihat perkembangan Dhanu," imbuh Subandi.

Selanjutnya, kata Subandi yang juga mantan Kades Pabean, Kecamatan Sedati ini Dhanu segera dibawa ke RSU dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif, yakni segera dioperasi. Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo akan mengawal jalannya operasi Dhanu.

"Makanya, saat berkunjungan, saya didampingi Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan BAZNAS menyerahkan bantuan kepada keluarga Dhanu. Bantuan itu diterima langsung Yuni yang tak lain ibu Dhanu," tegasnya.

Sementara Ny Yuni berharap dengan dirujuknya Dhanu ke RSU dr Soetomo akan cepat sembuh dan mendapatkan penanganan operasi. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sidoarjo yang peduli dengan nasib anaknya itu.

"Semoga anak saya bisa segera mendapat penanganan, bisa segera dioperasi dan sembuh. Karena sudah dua tahun kami menunggu proses operasi tidak ada keputusan," tandasnya.

Diketahui, atresia ani (anus imperforata) adalah kelainan kongenital yang menyebabkan anus tidak terbentuk sempurna. Akibatnya, penderita tidak dapat mengeluarkan tinja secara normal. Kondisi ini biasanya terjadi akibat gangguan perkembangan saluran cerna janin saat usia kehamilan 5- 7 minggu. Atresia ani merupakan kondisi yang cukup jarang terjadi. Kondisi ini hanya terjadi pada 1 dari 5.000 kelahiran bayi. Bahkan lebih sering terjadi pada bayi laki-laki. Atresia ani perlu mendapatkan penanganan segera untuk mencegah komplikasi. Hel/Waw