Usai Menemukan Uang Koin Satu Karung, Kini Warga Kedungkembar Prambon Temukan Sumur Kuno


Usai Menemukan Uang Koin Satu Karung, Kini Warga Kedungkembar Prambon Temukan Sumur Kuno SUMUR KUNO - Sejumlah warga Dusun Sigit, Desa Kedungkembar, Kecamatan Prambon, Sidoarjo memasang bis di atas temuan sumur kuno di lahan pesawahan warga setempat, Kamis (09/09/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wilayah Dusun Sigit, Desa Kedungkembar, Kecamatan Prambon, Sidoarjo seakan menyimpan banyak misteri peradaban masa lampau. Terutama soal kejayaan jaman kerajaan Majapahit dan kerajaan Air Langga.

Ini menyusul, dalam hitungan dua bulan terakhir banyak ditemukan jejak-jejak peninggalan sejarah itu. Yakni usai menemukan uang kuno satu karung dua bulan lalu, kini warga setempat menemukan sumur kuno dari tumpukan batu bata berukuran besar.

Penemuan ini menunjukkan seolah-olah banyak peninggalan sejarah yang harus digali di sekitar wilayah itu.

Salah seorang warga setempat, Hanafi mengungkapkan awal mula penemuan sumur kuno itu. Menurutnya, awalnya dirinya sedang menggali lubang untuk membuat sumur di area pesawahan di timur makam Dusun Sigit. Setelah selesai menggali sekitar 1 meter, linggis yang digunakan menggali tanah sawah itu terbentur sebuah benda keras.

"Saya kaget saat terbentur benda keras itu. Karena tanah yang digali masih area tanah sawah. Seketika itu, saya membongkar gundukan tanah yang tergali itu. Saya makin terkejut karena saya menemukan batu bata merah berukuran besar dan baru batanya patah. Dibawahnya ada air sumur itu," ujarnya kepada republikjatim.com, Kamis (09/09/2021).

Hanafi menceritakan jika dibandingkan dengan batu bata bangunan saat ini jauh berbeda. Karena ukurannya cukup besar. Batu bata itu memiliki ketebalan sekitar 10 sentimeter.

"Bentuknya juga lebar, cekung, seperti struktur batu bata khusus sumur. Karena ketakutan, saya melapor ke warga lain hingga ke perangkat desa atas temuan di tengah lahan sawah itu," paparnya.

Seketika itu, sejumlah warga kemudian berembug dan bersepakat untuk meneruskan penggalian sumur kuno itu. Hasilnya semakin digali, struktur bata kuno itu makin jelas berbentuk sumur yang kanan kiri lubang galian itu ditata batu bata kuno itu.

"Sekarang sudah jelas setelah digalih warga. Bentuknya sumur kuno itu," jelasnya.

Sementara salah seorang pegiat sejarah dan budaya Sidoarjo, Tri Kisnowo Hadi menegaskan ukuran batu bata yang tak lazim (besar) itu mengindikasikan sumur itu peninggalan peradaban kuno. Apalagi, ukuran batu batanya cukup tebal tidak serupa dengan batu bata sekarang ini.

"Banyak yang semestinya bisa digalih di sekitar kampung ini. Karena selain sumur kuno ini, warga juga menemukan sejumlah benda kuno sering bermunculan di Dusun Sigit. Misalnya penemuan hampir sekarung koin kuno pada hari Minggu (27/06/2021) kemarin," ungkapnya.

Kini kata Tri yang juga warga setempat ini menguraikan jika temuan sumur kuno itu juga dilestarikan warga. Masyarakat Dusun Sigit sepakat untuk mengaktifkan sumur itu. Fungsinya agar bisa dimanfaatkan para petani.

"Misalnya saat petani butuh air untuk menyemprot padi memanfaatkan sumur kuno itu. Makanya, sekarang warga memasang bis beton di sumur itu agar lebih jelas. Semangatnya tetap jejak leluhur yang bermanfaat bagi petani dan anak cucu dimanfaatkan sebaik-baiknya," pungkasnya. Zak/Waw