Urai Kemacetan, Bupati Sidoarjo Bahas Rencana Pembangunan Flyover Aloha dengan Danlantamal V Surabaya


Urai Kemacetan, Bupati Sidoarjo Bahas Rencana Pembangunan Flyover Aloha dengan Danlantamal V Surabaya FLYOVER - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menerima kunjungan dan audiensi Danlantamal V Surabaya Laksamana Pertama TNI Yoos Suryono Hadi beserta rombongan soal proyek pembangunan Flyover Aloha, di Pendopo Delta Wibawa, Senin (01/11/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali didampingi Kepala Dinas PUBM dan SDA dan Kepala Bappeda Pemkab Sidoarjo menerima kunjungan dan Audiensi Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya Laksamana Pertama TNI Yoos Suryono Hadi beserta rombongan. Mereka membahas soal rencana awal tentang proyek pembangunan Flyover Aloha di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Senin (01/11/2021).

Proyek fly over Aloha yang sejak tahun 2013 lalu. Namun baru sekarang mendapat kejelasan Tahun 2021 ini. Ini terjadi akibat usaha lebih antara Pemkab Sidoarjo dan Lantamal V Surabaya dalam berkoordinasi.

"Saya kira sudah terang benderang. Karena memang sudah tidak kompatibel jumlah jalannya. Mungkin ini akan agak dipercepat. Kalau tidak agak dipaksa sedikit, ya tidak akan jadi fly over itu," ujar Gus Muhdlor.

Koordinasi yang dilakukan sudah sangat baik, diawali dengan Gus Muhdlor atas nama Masyarakat Sidoarjo meminta izin kepada Komandan Lantamal V Surabaya agar sebagian lahan yang ditempati oleh Lantamal V Surabaya bisa diberikan untuk pembangunan. Hal itu, disambut dengan baik Yoos Suryono Hadi selaku Komandan Lantamal V Surabaya. Pihaknya juga mengapresiasi cepatnya proses realisasi dan penghibahan dengan Pemkab Sidoarjo.

"Izinkan kami Pak Jenderal untuk mengajukan permintaan. Kami memohon kebijaksanaannya dari Pak Jenderal untuk masyarakat. Memang karena kebutuhan Sidoarjo akan jalan ini. Agar bisa segera melakukan pembangunan dan kemudian bisa dirasakan masyarakat," tegasnya.

Pembangunan itu, kata Yoos atas amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan, Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Atas amanat itu, Pemkab Sidoarjo dengan TNI Angkatan Laut selaku induk Lantamal V Surabaya bertransaksi dengan cara hibah.

"Karena peraturan perundang-undangan, sesama institusi negara dilarang menjual-belikan tanah. Tentunya prinsip saling bantu terjadi antara kedua institusi," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Letkol Laut (T) Utomo Budi P Aslog Lantamal V Surabaya mengaku Lantamal mendukung soal pembangunan fly over itu. Selain itu, seperti yang disampaikan pada PUPR dan TNI AL untuk ahli waris KRI Nanggala yang sedang gugur saat melaksanakan tugas akan diberi rumah. Saat ini sudah mulai proses pembangunan di Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi.

"Untuk ahli waris KRI Nanggala yang sedang gugur saat melaksanakan tugas, akan diberikan rumah dengan sertifikat atas nama ahli waris itu. Sehingga, ada biaya-biaya yang harus dikeluarkan, terutama BPHTP, untuk 53 ahli waris. Kami mohon izin, mohon dapat pembebasan BPHTP Pak Bupati," pintah Utomo Aslog Lantamal V Surabaya.

Sementara Kepala Dinas PUBM dan SDA Pemkab Sidoarjo, Sigit Setyawan mengakui ketika bertemu dengan Bupati Sidoarjo dibenarkan jika akan membahas mengenai fly over.

"Apalagi kita sama-sama bekerja untuk negara. Kita harus bersinergi untuk pembangunan," urainya.

Dalam amanat Perpres tentunya yang terlibat tidak hanya Pemkab Sidoarjo dengan Lantamal V Surabaya saja. Tetapi juga Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pelaksana teknis pembangunan jalan. Teknisnya meliputi perencanaan, survei, tes tanah, analisis teknis dan eksekusi pembangunan.

"Jadi ada dua arah enam lajur, tiga ke Surabaya, tiga ke Sidoarjo. Ini termasuk yang diperhitungkan Kementrian PU dengan perkiraan pembebasan lahan sekitar 1,2 hektar," tandas Sigit. Hel/Waw/Adv