Triwulan Pertama, Pendapatan Pajak Daerah Sidoarjo Rata-Rata Naik 10 - 40 Persen di Tengah Pandemi


Triwulan Pertama, Pendapatan Pajak Daerah Sidoarjo Rata-Rata Naik 10 - 40 Persen di Tengah Pandemi NAIK - Sejumlah petugas Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) menarik pajak di salah satu Kafe karena pendapatan menunjukan tren positif, Rabu (27/04/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo memastikan terdapat tren positif dalam pendapatan pajak daerah Sidoarjo pada triwulan pertama Tahun 2022. Tren positif itu, karena terhadap kenaikan rata-rata 10 - 40 persen pada semua sektor perpajakan.

Kenaikan itu, selain disebabkan mulai menurunnya kasus Covid-19 juga disebabkan peningkatan ekonomi perlahan mulai bangkit. Termasuk semakin banyaknya investasi yang masuk ke Sidoarjo.

Berdasarkan data target yang diperoleh BPPD Pemkab Sidoarjo selama tiga bulan terakhir sejak Januari sampai Maret mengalami peningkatan. Dibanding Tahun 2021 pada triwulan 1, BPPD memperoleh penghasilan dari pajak sebesar Rp 216 miliar. Sedangkan dalam tiga bulan terakhir di tahun 2022 terhitung pada triwulan 1, BPPD memperoleh pendapatan sebesar Rp 240,7 miliar.

"Kalau dihitung jumlahnya mengalami kenaikan sebesar 11,43 persen dari Tahun 2021. Sejumlah objek pajak yang telah beroperasi kembali menjadi faktor utama dalam peningkatan pendapatan. Longgarnya kebijakan pemerintah terhadap PPKM membuat okupansi hotel, kafe, hiburan dan restoran (rumah makan) mengalami peningkatan pendapatan," ujar Kepala BPPD Sidoarjo Ari Suryono kepada republikjatim.com, Rabu (27/04/2022).

Ari yang juga mantan Kepala DPMPTSP Pemkab Sidoarjo ini menjelaskan beberapa jenis pajak yang naik yakni pajak hiburan dan hotel. Keduanya mengalami kenaikan sangat siginifikan. Pajak hotel sampai akhir Maret 2022 sudah menyentuh angka kenaikan sebesar 39,92 persen dari tahun lalu. Sedangkan pajak hiburan kenaikannya paling siginifikan di antara pajak lainnya yakni 82,18 persen.

"Selain menurunnya angka pandemi, faktor lain adalah kemudahan akses pelayanan yang diberikan kepada masyarakat," imbuhnya.

Selama pandemi berlangsung, BPPD Pemkab Sidoarjo bakal terus berinovasi memberikan kemudahan dalam melakukan pembayaran pajak. Salah satu inovasi yang diberikan dalam memudahkan pembayaran adalah Aplikasi Pajak Daerah Sidoarjo (APDS).

"Dengan aplikasi ini, masyarakat sudah tidak perlu datang ke kantor untuk melakukan pembayaran dan pelaporan pajak. Akses layanan pembayaran sudah bisa dilakukan melalui Bukalapak, Tokopedia, Indomaret, Alfamart, Link aja, Traveloka, Bank Jatim, Mandiri, BNI dan lain sebagainnya," tegasnya.

Karena itu, kata Ari dibukanya kembali pelayanan pajak di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur, Mini Mal Pelayanan Publik (MMPP) Kecamatan Sukodono dan pelayanan drivethru pajak daerah memberikan dampak positif terhadap penerimaan pajak daerah.

"Hasilnya banyak masyarakat yang menyambut baik atas inovasi pelayanan dari BPBD Pemkab Sidoarjo ini," tandasnya. Hel/Waw