Toto Sugono Rohman Siapkan Pasar Tiban Jadi Pasar Wisata, Dongkrak Pengembangan BUMDes dan UMKM


Toto Sugono Rohman Siapkan Pasar Tiban Jadi Pasar Wisata, Dongkrak Pengembangan BUMDes dan UMKM BERSAMA - Kepala Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Toto Sugono Rohman berfoto bersama Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) dan Subandi saat pelantikan di Pendopo Delta Wibawa pekan kemarin.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kepala Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo,Toto Sugono Rohman siap menjadikan desanya sebagai pasar wisata tradisional. Harapannya, dari upaya itu bisa menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Rencana itu, bakal berkesinambungan agar Desa Seketi tidak hanya berlabel sebagai Kampung Bambu. Akan tetapi bisa dikembangkan dengan usaha lainnya termasuk mendongkrak pendapatan BUMDes dan UMKM milik warga desanya.

"Program ke depan, BUMDes akan dikelola dengan baik. Kami juga akan membuat pasar wisata. Di pasar wisata itu akan dibuatkan sejumlah ruko, stan dan pujasera yang bisa disewakan untuk seluruh warga desa. Dampaknya akan menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) meningkat drastis dan warga semakin sejahtera," ujar Toto kepada republikjatim.com, Jumat (06/03/2021).

Kendati demikian, program-program itu bakal diselesaikan secara bertahap. Melalui BUMDes misalnya bakal digali potensi desa. Selain itu, untuk anggota Karang Taruna (pemuda) desa akan ditingkatkan talenta (bakat) baik dalam bidang kesenian, olah raga, keagamaan (religisiusitas) dan lain sebagainya.

"Sekarang ini, posisi Karang Taruna desa mulai berkembang. Terutama bidang kesenian. Ada angklung. Sekarang akan mengubah kesenian tradisional itu akan dikembangkan setiap minggu dimunculkan di Pasar Tiban (tradisional)," imbuhnya.

Bagi Toto, meski berada di pinggiran Kota Delta, namun perekonomian masyarakat Desa Seketi sangat bergeliat. Di desa yang berada di antara Kecamatan Krian dan Prambon ini, memiliki sentra UMKM pembuatan tampah (kerajinan bambu). Tampah-tampah ini dijual ke pasar diluar Sidoarjo. Karena itu, Toto untuk perajin tampah akan dibina, terutama Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) seperti kerajinan alat rumah tangga dari anyaman bambu berupa tampah itu.

"Mulai tahun depan pembinaannya akan dimaksimalkan lagi. Seperti sentra anyaman bambu yang berada di Dusun Polwaga. Bahkan pihaknya melayani masyarakat dengan baik dan sistemnya dirubah sesuai misi yakni membawa Desa Seketi menuju perubahan lebih baik," tegasnya.

Totok menguraikan selama ini keluhan dari masyarakat tentang lambatnya pelayanan. Padahal, pelayanan itu sifatnya emergency (penting). Misalnya soal kartu keterangan tidak mampu yang ada hubungannya dengan pelayanan rumah sakit.

"Makanya akan diperbaiki dan ditingkatkan dengan pelayanan prima 24 jam. Sewaktu-waktu dibutuhkan warga akan dilayani. Begitu juga soal keluhan masalah fasilitas pertanian. Pihaknya bakal memberi dorongan (support) meski pertanian bukan 100 persen tugas Pemdes," urainya.

Toto berharap, sudah tidak ada lagi tidak saling menyapa antar warga Seketi. Alasannya, warga sudah menentukan pilihannya (pemimpin). Karena itu, demi kemaslahatan warga Seketi menuju perubahan baru dan lebih baik. Pihaknya meminta semua netral dan harus menyatukan semua kubu yang terlibat dalam dukungan Pilkades kemarin.

"Sekarang semua seduluran semua. Sudah tidak ada yang saling klaim. Sudah tidak ada lagi," pintahnya.

Tidak hanya itu, kata Toto makanan khas Lumpia Rebung yang bisa dijumpai di Semarang, kini bisa nikmati di Dusun Guyangan, Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo. Lumpia itu, hasil karya ibu-ibu PKK (Siti Nur Cholifah) yang dulu pernah menjuarai lomba produk unggulan desa saat pameran.

"Makanan khas itu, akan digali dan ditingkatkan potensi makanan khas lumpia rebung ini sebagai makanan khas yang dikenal luas menuju perubahan Seketi menjadi lebih baik," tandasnya. Zak/Hel/Waw