Tim Abdimas Umsida Beri Pelatihan Pemanfaatan Sampah Anorganik di MI Muhammadiyah Kedungbanteng


Tim Abdimas Umsida Beri Pelatihan Pemanfaatan Sampah Anorganik di MI Muhammadiyah Kedungbanteng PELATIHAN - Tim Abdimas Umsida memberi pelatihan Pemanfaatan Sampah Anorganik di MI Muhammadiyah Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo kemarin.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) berkolaborasi dengan MI Muhammadiyah Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Kolaborasi itu dalam kegiatan pengembangan kemampuan anak di bidang pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk dan kreatif yang bernilai ekonomis dan berguna bagi warga.

Bertempat di MI Muhammadiyah Kedungbanteng, acara diikuti 32 peserta. Mereka terdiri 25 siswa-siswi kelas 4, 5 dan 6, 1 guru pendamping, dan 6 Tim Abdimas Umsida. Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Yakni tahap pertama sosialisasi jenis-jenis sampah beserta cara pengolahannya.

Kemudian tahap kedua digelar pelatihan pengolahan bungkus kopi instan menjadi tas yang memiliki nilai ekonomis dan berguna bagi masyarakat umum.

"Sampah terbagi menjadi dua. Yakni sampah organik dan anorganik. Kalau sampah organik merupakan sampah yang dapat terurai dengan mudah di tanah. Sedangkan sampah anorganik menjadi jenis sampah yang sulit terurai secara alami di tanah. Oleh karena itu, harus disulap menjadi bermanfaat kembali bagi kehidupan menjadi pilihan yang tepat," ujar Umi Latifah kepada republikjatim.com, Senin (28/03/2022).

Hal senada disampaikan Ketua tim Abdimas Umsida, Zuyina Fihayati. Menurutnya, dengan mengolah sampah anorganik menjadi barang yang berguna kembali merupakan salah satu upaya menyelamatkan bumi.

"Karena sampah anorganik tidak bisa diurai, nama harus dimanfaatkan menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Siswa juga dikenalkan berbagai bentuk kerajinan yang dapat dibuat dari sampah anorganik sekaligus menstimulus siswa memroses pembuatan kerajinan dari bungkus minuman yang dibagikan," tegasnya.

Di sesi selanjutnya, Umi Latifah selaku pemateri menunjukkan hasil kerajinan yang berhasil dibuat dari bahan dasar bungkus kopi instan. Namun berhasil menjadi barang-barang yang cantik, menarik dan bermanfaat. Kemudian peserta dibagi menjadi lima kelompok. Setiap kelompok didampingi Abdimas Umsida menirukan step by step (tahap demi tahap) melipat bungkus kopi instan yang dicontohkan Umi Latifah sebelumnya.

Setelah berhasil membuat beberapa lipatan, kemudian seluruh peserta melanjutkan tahap berikutnya. Yakni merangkai lipatan-lipatan bungkus kopi instan itu sesuai dengan pola yang telah dicontohkan.

Sementara salah seorang peserta, Fitra siswa kelas 5 MI Muhammadiyah Kedungbanteng menilai pelatihan ini sangat menyenangkan. Alasannya, karena ia mendapat ilmu baru tentang cara membuat tas dari bungkus kopi instan yang sering ditemui di rumahnya.

"Kegiatan hari ini menyenangkan. Karena saya jadi tahu cara membuat tas dari bungkus kopi instan. Walaupun nggak semudah yang saya kira, tapi saya dan teman-teman berhasil menyelesaikannya," tandasnya.

Sedangkan salah seorang pendidik, Lia Rusdianah mendapat kesan dan harapan pada kegiatan PKM yang dilaksanakan di MI Muhammadiyah 2 Kedung Banteng. Menurutnya, kegiatan sangat dapat menambah wawasan baru bagi anak-anak.

"Alhamdulillah kegiatan ini membuat semangat dan wawasan baru bagi anak-anak dalam mengolah sampah . Apalagi dari bahan yang seringkali mereka jumpai. Bahkan yang sering mereka buang. Semoga dengan kegiatan ini, anak-anak bisa memotivasi dirinya dalam pengolahan sampah agar menjadi barang yang sangat besar nilai kegunaan dan manfaatnya," pungkasnya. Hel/Waw