Stok Makin Menipis Sejak Covid-19, BHS Ajak Warga dan ASN Sidoarjo Donorkan Darah


Stok Makin Menipis Sejak Covid-19, BHS Ajak Warga dan ASN Sidoarjo Donorkan Darah DONOR - Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengajak warga Sidoarjo dan ASN untuk mendonorkan darahnya lantaran stok darah di UTD PMI Sidoarjo semakin menipis sejak adanya pandemi Covid-19, Rabu (13/01/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Mantan anggota DPR RI periode 2014-2019, Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengajak warga dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Sidoarjo untuk mendonorkan darahnya ke Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Sidoarjo. Ajakan ini, diserukan lantaran saat ini stok darah di UTD PMI Sidoarjo jumlahhya semakin menipis dan sangat terbatas.

"Kami menghimbau tidak hanya warga Sidoarjo untuk berbondong-bondong mendonorkan darahhya untuk membantu sesama selama pandemi Covid-19 belum selesai, tetapi 14.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Sidoarjo juga harus bisa mendonorkan darahnya untuk membantu sesama yang membutuhkan," ujar BHS kepada republikjatim.com, Rabu (13/01/2021) usai donor darah di Bus Donor Darah UTD PMI Sidoarjo, di kawasan GOR Delta berasama sejumlah veteran, relawan dan karyawan PT Dharma Lautan Utama (DLU).

Lebih jauh, mantan Calon Bupati (Cabup) Sidoarjo ini menjelaskan saat dirinya masih mencalonkan bupati dalam Pilkada Sidoarjo 2020 kemarin, pihaknya berharap ASN Pemkab Sidoarjo yang berjumlah sekitar 14.000 ikut donor darah secara rutin dann bergiliran. Menurutnya, dengan adanya parisipasi dari ASN itu, stok darah di UTD PMI Sidoarjo tidak bakal kekurangan stok.

"Khusus hari ini, saya donor darah dalam rangka memperingati hari kelahiran saya. Yakni 16 Januari besok. Makanya saat donor saya bersama karyawan PT DLU), bapak-bapak Veteran dan Pepabri serta relawan yang ikut berpartisipasi donor darah ke UTD PMI Sidoarjo," imbuh Penasehat Utama PT DLU (perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi laut) ini.

Selain itu, kata Alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, dengan donor darah diharapkan bisa menambah jumlah stok darah di UTD PMI Sidoarjo, yang stoknya semakin menipis. Berdasarkan datanya stok darah yang semakin menipis itu, terutama untuk stok golongan darah A dan O.

"Kami berharap masyarakat mau donor darah saat stok yang semakin kurang ini. Stok darah semakin dibutuhkan warga sejak ada pandemi Covid-19" tegas Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini.

Sementara salah satu Pengurus Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sidoarjo, Bambang Subijanto yang ikut donor darah mengapresiasi BHS yang melakukan donor darah dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya itu. Menurutnya donor darah dengan mengajak warga lainnya adalah upaya yang sangat positif di tengah stok darah menipis.

"Apalagi saat pandemi Covid-19 seperti ini. Saat donor, maka darah yang kita sumbangkan akan bermanfaat besar bagi warga lainnya yang membutuhkan transfusi darah," jelasnya.

Sedangkan Manager Kualitas UTD PMI Sidoarjo, Assich Yusak menegaskan saat pandemi Covid-19, tidak ada kegiatan donor yang digelar di perusahaan maupun di sekolah-sekolah. Akibatnya saat ini, pihaknya hanya mengandalkan pendonor yang datang sendiri ke kantor UTD PMI maupun Bus Donor Darah di kawasan GOR dan Alun-Alun Sidoarjo.

"Stok darah di UTD PMI Sidoarjo per Rabu 13 Januari 2021 sekitar 248 kantong darah. Rinciannya, golongan darah A 31 kantong, golongan darah B 112 kantong dan golongan darah O 47 kantong serta golongan darah AB 48 kantong. Rata-rata sebelum pandemi jumlahya setiap hari antara 600 sampai 1.000 kantong. Jumlah itu cukup untuk Sidoarjo selama seminggu. Kalau (jumlah stok) sekarang, cukup untuk setengah hari sudah habis," ungkapnya.

Bagi Assich selain pandemi, dalam beberapa hari ini kerap turun hujan pagi dan sore, sejak Desember 2020 lalu. Dampaknya pendonor tidak datang mendonorkan darahnya, baik ke bus donor darah maupun kantor UTD PMI Sidoarjo, di Jalan Raya Jati Sidoarjo.

"Akhirnya penerimaan darah turun drastis. Kami menghimbau masyarakat untuk tetap mendonorkan darah saat ini," tandasnya. Hel/Waw