Soto Mbah Mesinem Ponorogo Seporsi Rp 2.000 Pertahankan Rasa dan Harga Kompromi di Tengah Pandemi Covid-19


Soto Mbah Mesinem Ponorogo Seporsi Rp 2.000 Pertahankan Rasa dan Harga Kompromi di Tengah Pandemi Covid-19 MURAH - Stan Soto Murah Mbah Mesinem satu porsi dengan harga Rp 2.000 setiap pagi bisa dijumpai di JL Juanda atau di depan Tambak Kemangi Ponorogo, Sabtu (22/05/2021).

Ponorogo (republikjatim.com) - Kuliner satu ini sudah dua dekade berpengalaman meracik bumbu soto ayam. Meski baru dua bulan berjualan di trotoar JL IR H Juanda, tepatnya di depan gedung pertemuan Tambak Kemangi, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, tetapi pelanggannya terus berdatangan membanjiri lapak soto ayam yang dijajakan di atas mobil pikup setiap pagi hingga tengah hari itu.

Bagi penyuka kuliner, Soto Mbah Mesinem (Bu Parti) asli Palalangan ini sebenarnya sudah tidak asing bagi pelanggan. Karena Soto ini sudah dijajakan sejak Tahun 1999 jualan di rumahnya. Berjualan di atas mobil di depan gedung pertemuan Tambak Kemangi itu baru dua bulan. Meski baru, tapi warung lesehan Soto Mbah Mesinem ini selalu banjir pembeli. Bahkan hanya dalam hitungan jam sudah habis terjual.

Harga Soto Mbah Mesinem ini sangat merakyat. Karena satu porsi hanya dijual Rp 2.000. Soal rasa sangat cocok dengan lidah orang Jawa untuk pedas atau tidak bergantung selera.

"Harga ini sangat pas bagi yang masih sekolah karena cocok dengan uang saku," ujat Ira siswi SMA di Ponorogo ini kepada republikjatim.com, Sabtu (22/05/2021).

Bahkan lanjut siswi berseragam Pramuka ini, harga satu porsi Rp 2.000 itu sudah ada sayuran, irisan daging ayam, lauk sundukan daging, jeroan dan telur puyuh.

"Bahkan minumannya juga hanya dipatok harga Rp 2.000," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan pelanggan lainnya Mbah Min. Dia mengaku habis Rp 10.000 sudah merasa sangat kenyang.

"Saya tadi habis nasi 2 porsi, sundukan 2 tusuk dan teh hangat satu gelas hanya Rp 10.000," ungkapnya.

Sementara penjual soto ayam Mbah Mesinem, yakni Bu Parti mengaku sudah dekade kedua berjualan soto ayam. Dia mengaku meneruskan usaha ibunya Mbah Mesinem.

"Dulu ibu jual di rumah, saya juga jualan soto di rumah. Kalau di depan Tambak Kemangi ini baru menjelang puasa kemarin. Jadi baru dua bulan," tegasnya.

Ketika disinggung soal harga Parti mengaku pokoknya tidak merasa rugi.

"Saya jual Rp 2.000 per porsi ini karena pandemi. Biar uang kecil bisa makan kasihan yang terdampak Covid-19. Setiap hari saya bisa menjual 600 mangkok, buka dari jam 07.00 WIB hingga tengah hari sudah habis. Kami pun memasak dan meracik di atas mobil pikup ini untuk memudahkan ketika pulang. Karena saya hanya dibantu 3 orang," tandasnya. Mal/Waw