Silsilah Sesepuh Mbah Ud dan KH Muhayyin Pendiri Ponpes Sono Buduran Sidoarjo Sambung ke Sunan Gunung Jati


Silsilah Sesepuh Mbah Ud dan KH Muhayyin Pendiri Ponpes Sono Buduran Sidoarjo Sambung ke Sunan Gunung Jati REVITALISASI - Pemkab Sidoarjo bakal merevitalisasi komplek makam para sesepuh KH Ali Mas'ud (Mbah Ud) di Pesantren Sono, Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Sabtu (25/06/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - KH Muhayyin beberapa hari ini menjadi perbicangan di kalangan masyarakat. Hal ini setelah makamnya diziarahi KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurrahman bersama Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor).

Kedatangan Jenderal TNI AD Bintang Empat yang juga alumni santri Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet Cirebon ini tidak hanya berziarah. Dudung juga mengizinkan Pemkab Sidoarjo merevitalisasi komplek makam ulama sepuh Ponpes Sono, Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Sidoarjo yang masih merupakan keturunan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) Cirebon, Jawa Barat itu.

Rencananya, Pemkab Sidoarjo merevitalisasi komplek makam Ulama Sepuh Sono itu dijadikan wisata religi Sidoarjo. Di lokasi akan dibangun tempat parkir yang luas, pendopo makam, tempat wudhlu, gasebo hingga toilet bagi para peziarah.

"Sebagai kota Santri, Sidoarjo memiliki banyak tokoh ulama sekaligus pejuang. Komplek makam ulama sepuh Sono ini salah satunya. Nantinya makam ini akan menjadi kawasan wisata religi," ujar Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini kepada republikjatim.com, Sabtu (25/06/2022).

Di komplek makam itu terdapat makam KH Muhayyin yang dimakamkan bersama istri dan dzurriyah (keturunan)-nya. Diantaranya Nyai Hj Ashfiyah (istri), KH Abu Mansur (Putra), KH Zarkasyi (Putra atau Kakek Mbah Ud), KH Said (Cucu atau Ayah Mbah Ud), KH Ma'sum Ali (Cicit) dan sejumlah dzurriyah lainnya.

Lantas siapa sebenarnya KH Muhayyin, ulama sekaligus pejuang yang sangat dihormati masyarakat Sidoarjo itu. Berdasarkan penuturan KH Ahmad Chusaini salah satu dzurriyah Mbah Muhayyin dari jalur KH Abu Mansur, yakni KH Muhayyin adalah Pendiri Pondok Pesantren Sono.

Ponpes Sono salah satu pondok tertua di Sidoarjo yang didirikan KH Muhayyin. Ponpes ini diperkirakan berdirinya sekitar tahun 1750 an. Tidak jauh dari berdirinya Pondok Pesantren Al Hamdaniyyah (Ponpes Panji) yang berada di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Cerita di masyarakat sekitar, kedua pondok itu memiliki hubungan kerabat. Ponpes Panji sendiri yang mendirikan adalah KH Hamdani.

Silsilah KH Muhayyin Sambung Sampai Sunan Gunung Jati Ulama zuhud dan wara' begitu banyak orang mengenang Mbah Muhayyin. Nasabnya sambung sampai Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat. Silsilahnya mulai

1.Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)

2. Pangeran Pasarean M Tajul Arifin

3. Panembahan Sendang Kemuning

4. Pangeran Mas Panembahan Ratu II

5. Pangeran Sedang Mande Gayam

6. Pangeran Karim Cirebon V Girilaya

7. Syarifah Khodijah Ratu Ayu Bangil

8. Sayyid Sulaiman Betek Mojoagung

9. Sayyid Ali Akbar Dresmo Surabaya

10. Sayyid Iskandar Taman Bungkul Surabaya

11. Zakiatus Shalihah

12. Rubaiah Arjosari Japanan

13. Kyai Muhayyin Sono Buduran Sidoarjo.

Tempat Mondok KH Hasyim Asyari Pendiri NU

Ponpes Sono saat itu menjadi pesantren rujukan untuk menimba ilmu agama. Bahkan banyak yang mengatakan zaman dulu santri yang belum pernah mondok di Sono dikatakan belum lengkap ilmunya.

Tercatat sejumlah ulama besar yang pernah menimba ilmu di Ponpes Sono. Diantaranya KH Hasyim Ashari pendiri NU, KH Manab pendiri Ponpes Lirboyo, KH Usmas Jazuli pendiri Ponpes Ploso Kediri dan sebagian besar ulama di Jawa Timur lainnya juga pernah mondok di tempat itu.

KH Muhayyin adalah Buyut KH Ali Mas'ud (Mbah Ud)

Mbah Muhayyin merupakan buyut dari Waliyullah Mbah Ud yang makamnya berada di komplek Pemakaman Umum Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

"Mbah Ud sendiri keturunan ke 3 dari Mbah Muhayyin. Nasabnya KH Ali Mas'ud bin KH Said bin KH Zarkasyi bin KH Muhayyin," tandas KH Ahmad Chusaini keturunan KH Abu Mansur ketiga. Hel/Waw