Silpa Tahun 2020 Capai Rp 1,1 Triliun, OPD Minim Serapan Siap-Siap Dievaluasi


Silpa Tahun 2020 Capai Rp 1,1 Triliun, OPD Minim Serapan Siap-Siap Dievaluasi Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau dinas di lingkungan Pemkab Sidoarjo siap- siap bakal dievaluasi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo. Ini menyusul, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) hingga akhir masa kerja tahun 2020 mencapai Rp 1,1 triliun.

"Kami (Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo) akan mengevaluasi sejumlah OPD atau Dinas yang memiliki serapan anggaran rendah. Tujuannya untuk menekan angka Silpa. Evaluasi kami lakukan terutama untuk dinas-dinas yang memilki Silpa tinggi," ujar Wakil Bupati Sidoarjo Subandi kepada republikjatim.com, Rabu (14/04/2021).

Lebih jauh, Subandi yang juga Ketua DPC PKB Sidoarjo ini menjelaskan evaluasi OPD dan Dinas itu dilakukan untuk efisiensi kinerja dinas. Bahkan program dapat berjalan lancar termasuk mengoptimalkan penyerapan anggaran saat menjalankan program.

"Kami berharap melalui evaluasi itu, nanti Tahun 2021 bisa lebih baik daripada Tahun 2020 kemarin. Minimal sudah tidak ada lagi Silpa tinggi," imbuhnya.

Sementara dalam paripurna salah satu anggota DPRD Sidoarjo, M Rojik menjabarkan jika Silpa Sidoarjo tercatat senilai Rp 1,106 Triliun. Oleh karena itu, DPRD sempat memberi sejumlah rekomendasi kepada para eksekutif di lingkungan Pemkab Sidoarjo.

"Kami (DPRD) meminta eksekutif dapat menyajikan data rinci soal tingginya Silpa untuk Sidoarjo. Termasuk evaluasi kepada sejumlah dinas yang kurang mampu mencapai target. Misalnya soal pembangunan infrastruktur jalan di Sidoarjo. Kami meminta ada roundmap yang jelas untuk menciptakan kemantapan jalan di Sidoarjo," tegas Rojik yang juga politisi PKB ini.

Diketahui, masalah jalan rusak memang masih menjadi persoalan klasik yang kerap dikeluhkan warga. Apalagi, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM dan SDA) Pemkab Sidoarjo selama ini terkesan membiarkan jalan rusak dan berlubang itu. Namun kerusakan jalan berlubang mulai diperbaiki melalui program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) sebulan kemarin dengan melibatkan semua Camat se Sidoarjo. Hel/Waw