Sidak 3 Pelayanan di UPT Pemasyarakatan di Medaeng, Kakanwil Kemenkumham Jatim Berpesan Jaga Sinergitas Stakeholder


Sidak 3 Pelayanan di UPT Pemasyarakatan di Medaeng, Kakanwil Kemenkumham Jatim Berpesan Jaga Sinergitas Stakeholder SIDAK - Kakanwil Kemenkumham Jatim Zaeroji menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke tiga UPT Pemasyarakatan yang ada di daerah Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jumat (13/05/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kakanwil Kemenkumham Jatim Zaeroji menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke tiga UPT Pemasyarakatan yang ada di daerah Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jumat (13/05/2022). Tujuannya, untuk melihat kesiapsiagaan ketiga Satuan Kerja (Satker) dalam memberikan pelayanan publik.

Zaeroji sidak sekitar pukul 14.00 WIB. UPT pertama yang dikunjungi adalah Rutan Kelas I Surabaya. Di sana, Zaeroji disambut langsung Karutan Wahyu Hendrajati. Kebetulan, saat itu berbarengan dengan penerimaan 222 tahanan baru dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dan Kejari Tanjung Perak.

"Hari ini, sangat banyak tahanan yang masuk karena menjadi hari pertama setelah libur lebaran," ujar Wahyu Hendrajati.

Wahyu menjelaskan sebenarnya pihaknya tidak libur selama lebaran. Bahkan pelayanan penitipan barang masih dijalankan saat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah. Namun, pihak Kejaksaan memang baru saat ini mengirimkan tahanan baru.

"Dengan penambahan ini, penghuni kami menjadi 1.369 orang," imbuhnya.

Karutan juga menjelaskan jumlah penghuni di Rutan Medaeng di Desa Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo sudah menurun drastis jika dibandingkan akhir Tahun 2021 lalu yang mencapai 2.500 orang. Hal ini dikarenakan pihak Rutan secara bertahap melakukan distribusi penghuni.

"Karena kami dalam tahap akhir persiapan untuk perluasan blok hunian agar kapasitas bisa meningkat sampai dua kali lipat," tegas Wahyu.

Menurut jadwalnya, proses perluasan Rutan Surabaya akan dimulai pertengahan Tahun 2022 ini. Beberapa blok sudah dibersihkan agar saat proses renovasi bisa efektif dan efisien.

"Kami melakukan mitigasi terhadap risiko yang mungkin muncul saat perluasan. Harapannya, bisa meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban," jelas Wahyu.

Sementara Kakanwil Kemenkumham Jatim, Zaeroji berpesan agar Rutan Surabaya tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban. Hal ini juga harus diimbangi dengan pelayanan tahanan yang prima.

"Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder agar kondisi Rutan tetap kondusif," pintahnya.

Sedangkan di Rupbasan dan Bapas Surabaya Zaeroji meminta jajarannya agar bekerja dengan optimal. Harapannya, jangan sampai kekurangan yang ada membuat penurunan kinerja. Justru harus dijadikan dasar untuk menciptakan inovasi kinerja.

"Jangan mudah menyerah dengan keadaan. Karena inovasi mutlak agar pelayanan tetap berjalan dengan baik," tandasnya. Kem/Hel/Waw