Siang Bolong, Semakin Marak Curanmor Di Balongbendo Sidoarjo


Siang Bolong, Semakin Marak Curanmor Di Balongbendo Sidoarjo TKP - Korban pencurian Heri menunjukkan lokasi hilangnya motor miliknya dan ciri motor yang raib digondol kawanan pencurian, Sabtu (05/06/2021) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dalam sepekan ini warga Kecamatan Balongbendo harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Karena aksi pencurian motor (Curanmor) sepeda motor semaki marak dan menjadi-jadi.

Dalam menjalankan aksinya, kalanagan pencuri tidak hanya di malam hari. Akan tetapi juga nekat di siang hari. Meski itu di kawasan pemukiman padat penduduk saat pemilik ini teledor. Diduga spesialis maling sepeda motor ini memiliki kunci T ganda.

Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Polsek Balongbendo dalam menjaga Kamtibmas di wilayah hukumnya. Meski demikian, tidak bisa mengandalkan aparat penegak hukum lantaran pemilik kendaraan dan warga sekitar agar tak terulang lagi.

Hal ini seperti yang dialami Heri warga asal Dusun Lonnangkah, Desa Pajeruhan, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura. Pria 30 tahun ini mengkontrak rumah di Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Dia kehilangan sepeda motor Honda Beat warna merah muda bernopol W 4832 UR digasak pencuri saat parkir di teras rumah kontrakannya.

"Saat itu motor saya parkir seperti biasanya di teras rumah. Padahal sudah dikunci stang dan biasanya aman saja. Bukan satu, dua kali saja di parkir di teras rumah. Saya sudah disini 8 tahun. Baru kali ini saya mengalami musibah kehilangan motor," ujar Heri kepada republikjatim.com, Minggu (06/06/2021).

Lebih jauh, Heri mengaku mengetahui sepeda motor miliknya hilang saat bangun tidur. Sebelumnya, selesai parkir di teras pintu rumah dan ditutup. Karena persiapan untuk jualan nasi bebek di pinggir jalan.

"Ketika saya mau ke warung. Begitu membuka pintu langsung terkejut sepeda motor saya hilang. Kemudian saya langsung memberitahu ke Kepala Desa Bakungtemenggungan, Abu Dawud dan menceritakan kronologi kejadian itu. Usai dari Pak akades saya bertanya kepada tetangga tidak ada yang tahu," ungkapnya.

Oleh Kades, kata Heri disarankan untuk melaporkan kejadian ini ke Polsek Balongbendo.

"Mudah-mudahan sepeda motor itu bisa segera ditemukan dan jangan sampai terulang kembali yang kedua kalinya. Karena kerugian saya sekitar Rp 11,9 jutaan," tegasnya.

Sementara Kanit Reskrim Balonbendo, Iptu Nanang Mulyono menegaskan maraknya curanmor di Balongbendo membutuhkan kerja sama dan kekompakan tiga pilar desa. Yakni Kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Diantaranya melakukan penyuluhan ke masyarakat agar waspada dan memberi kunci tambahan pada sepeda motor saat di parkir.

"Tingkatkan fungsi patroli dangan sasaran rawan curanmor dan pemetaan kring serse kalau ada curanmor dan berdoa agar dihindarkan dari pencurian," katanya.

Bagi Nanag, di setiap sudut jalan selayaknya dipasang CCTV agar mempermudah petugas kalau ada aksi pencurian atau kejahatan lainnya.

"Tidak kalah pentingnya, Kades bikin spanduk di pertigaan atau perempatan desa. Misalnya bunyinya Waspada Curanmor, Jangan Parkir Sepeda Motor Sembarangan Kalau Bisa Parkir Dalam Rumah," tandasnya. Zak/Hel/Waw