Sehari Bermain Tak Pulang, Bocah SMP di Ponorogo Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Belakang Rumah


Sehari Bermain Tak Pulang, Bocah SMP di Ponorogo Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Belakang Rumah TEWAS - Petugas menggelar olah TKP dan memeriksa jenazah korban tenggelam, Ilham Saputra (14) di Sungai Kedungsuwiyu Dusun Bondalem, Desa Tanjunggunung, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Minggu (15/11/2020).

Ponorogo (republikjatim.com) - Musibah tragis dialami Giran (53) warga Dusun Bondalem, Desa Tanjunggunung, Kecamatan Badegan, Ponorogo. Ini menyusul, putra laki-lakinya yang bermain bersama teman-temannya Sabtu (14/11/2020) pukul 10.00 WIB, tak kunjung pulang, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di sungai, Minggu (15/11/2020).

Padahal, sejak kemarin keluarga, kerabat dan sanak saudaranya mencari keberadaan korban tak kunjung ditemukan. Bahkan pencarian hingga malam hari, tak membuahkan hasil.

Namun, Minggu (15/11/2020) sekitar pukul 10.05 WIB, Ilham Saputra (14) ditemukan di Sungai Kedungsuwiyu yang berjarak 50 meter di belakang rumahnya.

"Saat ditemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa," ujar Kapolsek Badegan, Iptu Agus Wibowo dikonfirmasi melalui Paur Humas Polres Ipda Yayun Sriwiningrum, Minggu (15/11/2020).

Yayun menjelaskan musibah yang menimpah putra kuli bangunan ini saat orangtua korban berusaha mencari korban kemarin. Selama ini, korban biasanya bermain dengan teman-temannya. Namun tidak segera ditemukan. Selanjutnya orang tua korban meminta bantuan tetangga dan masyarakat untuk mencari anaknya. Pencarian korban sampai dengan pukul 22.00 WIB tanpa hasil.

"Karena kemarin itu sudah mulai larut malam pencarian dihentikan," ungkapnya.

Kemudian, kata Yayun, pencarian korban dilanjutkan Minggu (15/11/2020) yang dimulai pada pukul 06.00 WIB. Warga yang dibantu perangkat dan anggota Polsek Badegan berkonsentrasi mencari di sekitar Kedungsuwiyu di belakang rumah korban berjarak sekitar 50 meter.

"Sekitar pukul 10.05 WIB, saat Kepala Desa dan anggota Polsek Badegan berada di sekitar sungai Kedungsuwiyu, korban terlihat muncul di atas permukaan air," jelasnya.

Saat ditemukan, korban dalam keadaan berdiri di dalam air. Selanjutnya beberapa orang warga terjun ke dalam Kedungsuwiyu untuk menarik korban ke pinggir sungai. Hasilnya, ternyata korban sudah meninggal dunia. Kemudian korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diperiksa secara medis.

"Hasil olah TKP dan pemeriksaan medis tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh korban. Bahkan pihak keluarga menerima musibah yang menimpa anaknya itu. Selanjutnya korban diserahkan ke keluarga untuk disemayamkan," pungkasnya. Mal/Waw