Sambut Ramadhan, Pagar Nusa Dan Gasmi Ponorogo Santuni Dhuafa dan Yatim Piatu


Sambut Ramadhan, Pagar Nusa Dan Gasmi Ponorogo Santuni Dhuafa dan Yatim Piatu BERBAGI - Para pendekar Pagar Nusa dan Gasmi Munggu, Kecamatan Bungkal menyantuni duafa dan yatim piatu dalam menyambut bulan suci Ramadhan, Minggu (27/03/2022).

Ponorogo (republikjatim.com) - Di tengah situasi yang masih harus mentaati protokol kesehatan (prokes), disusul menjelang bulan suci Ramadhan yang diprediksi bakal terjadi kenaikan harga bahan pokok, Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia (Gasmi) Ranting Munggu, Kecamatan Bungkal, Ponorogo mengambil langkah dengan membantu meringankan beban kaum dhuafa dan anak yatim piatu.

Gasmi Berbagi merupakan terobosan para pendekar dibawah naungan NU ini agar memiliki rasa kepedulian dan keprihatinan terhadap sesama.

"Gasmi Ranting Munggu hari ini menyalurkan 3 kuintal beras kepada kaum dhuafa dan yatim piatu yang dikemas menjadi 65 paket. Sorenya hari ini PAC Pagar Nusa Kecamatan Bungkal mendistribusikan satu karung beras dan mie instan ke rumah Panti Asuhan Al Mubarok di Desa Bungur," ujar Sekretaris Gasmi dan Pagar Nusa, Gufron Fuadi Al Hasan kepada republikjatim.com, Minggu (27/03/2022) petang.

Baksos Gasmi PN Peduli ini menurut Gufron sudah menjadi agenda tahunan yang digelar setiap menyambut datangnya vulan Ramadhan. Hari ini pelaksanaan Baksos memasuki tahun ketiga. Karena dua tahun sebelumnya juga sudah dilaksanakan seperti tahun ini.

"Bantuan sukarela dari anggota Pagar Nusa dan Gasmi ini sebagai kepedulian sesama terutama kaum dhuafa dan anak anak yatim piatu. Minimal mereka menghadapi ibadah puasa nanti lebih khusuk dan biasanya menjelang puasa kebutuhan rumah tangga meningkat. Jadi kami solidaritas meringankan beban saudara-saudara kami itu," tegasnya.

Sementara lanjut Gufron jika Baksos yang bersumber dari iuran sukarela anggota perguruan silat ini menjadi agenda tahunan setiap menjelang Ramadhan. Baksos seperti ini sudah dilakukan sejak tiga tahun yang lalu.

"Hari ini tahun ketiga. Baksos pendekatan secara humanis (kemanusiaan). Dengan penyaluran baksos door to door dikenalkan kepada masyarakat pendekar tidak garang, tidak keras dan tidak arogan. Kami berasal dari masyarakat keberedaan pendekar juga untuk masyarakat. Istilahnya masyarakat ngeroso ditulung dan masyarakat ngeroso di srawung (masyarakat merasa ditolong dan merasa disapa)," pungkasnya. Mal/Waw