Rumah Dan Mobil Warga Slahung Rusak Tertimpa Pohon Asem Tumbang


Rumah Dan Mobil Warga Slahung Rusak Tertimpa Pohon Asem Tumbang TUMBANG - Pohon asem di depan rumah Nursalim warga Dusun Alan, Desa Gundik, Kecamatan Slahung, Ponorogo roboh dan menimpa mobil serta rumah milik Nursalim dan Parno, Rabu (13/01/2022).

Ponorogo (republikjatim.com) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Slahung mengakibatkan pohon asem dengan diameter pohon 2 meter lebih. Pohon roboh dan menimpa rumah serta mobil milik warga Dusun Bakalan, Desa Gundik, Kecamatan Slahung, Ponorogo.

Bencana alam ini membuat tim BPBD Pemkab Ponorogo dan Polsek Slahung serta warga bahu membahu mengevakuasi pohon asem yang sudah berusia puluhan tahun dari atas rumah Parno dan Nursalim. Kendati tidak ada korban jiwa dalam peristiwa pohon roboh itu, tapi membuat rumah dan satu mobil yang di parkir di garasi rumah Nursalim rusak.

"Pas hujan deras tadi sebenarnya tidak begitu kencang anginnya. Tapi pohon asem itu roboh dari akarnya dan menimpa mobil dan rumah. Kalau tidak menimpa mobil terlebih dahulu rumah Pak Nursalim lebih parah rusaknya," ujar Bonari saat ikut membantu evakuasi pohon yang bersandar di rumah Nursalim, Rabu (13/01/2022).

Saat itu, kata Bonari dirinya melihat pohon asem bergerak pelan-pelan. Kemudian pohon roboh dan menimpa mobil dan rumah itu.

"Kemudian pohon langsung tumbang dan melimpah rumah dan mobil itu," tegasnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pemkab Ponorogo, Arim Kamandoko saat ditemui di TKP mengakui pihaknya menyatakan tumbangnya pohon asem bukan karena lapuk. Tumbangnya pohon asem ini karena dahan dan rantingnya tidak imbang berat di arah rumah korban.

"Jadi roboh ketika tidak mampu menahan beban hujan dan angin sore ini. Kami masih mengevakuasi pohon yang roboh dan bertengger di atas rumah warga ini dengan cara digergaji dari atas terlebih dahulu," paparnya.

Sementara Kapolsek Slahung, AKP Hariyono menegaskan pohon tumbang di Desa Gundik tidak ada korban jiwa. Sampai petang ini anggotanya bersama tim BPPD masih mengevakuasi pohon asem itu.

"Untuk kerugian materiil masih kita hitung. Diperkirakan sekitar Rp 5 jutaan kerugiannya. Karena ada mobil dan rumah yang rusak," pungkasnya. Mal/Waw