Ribuan Napi Lapas Porong Keluhkan Lapar dan Ngantuk Usai Mengikuti Vaksin Covid-19


Ribuan Napi Lapas Porong Keluhkan Lapar dan Ngantuk Usai Mengikuti Vaksin Covid-19 ANTRE VAKSIN - Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo antre mengikuti vaksinasi, Kamis (15/07/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Untuk mendukung pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 terutama penyebaran dan penularan Covid-19 di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong mempercepat pelaksanaan pemberian vaksinasi bagi 2.077 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (15/07/2021). Percepatan vaksinasi ini dilakukan setelah dokter Latubaya Sehat dan pejabat struktural mensosialisasikan ke dalam blok WBP.

Pemberian vaksin itu, mulai pukul 09.00 WIB sudah dipadati WBP. Mereka bersemangat untuk mendapat pemberian vaksin Sinovax di aula terbuka pujasera.

"Pemberian vaksin ini sudah berlangsung dari Minggu kemarin. Dalam satu Minggu ada 3 gelombang pemberian vaksin . Untuk hari ini sudah memasuki gelombang ke 5 yang diikuti Blok A wing 4,5 dan Blok B wing 3,4 dan 5," ujar Kepala Lapas kelas I Surabaya, Gun Gun Gunawan, Kamis (15/07/2021) di Lapas yang ada di Desa Kebonagung, Kecamatan Porong, Sidoarjo ini.

Gun Gun menjelaskan vaksin yang diberikan ini gratis. Selain itu, menurut WBP yang sudah divaksin hanya menimbulkan efek samping lapar dan kantuk (ngantuk).

"Lapas Kelas I Surabaya mendapatkan bantuan vaksin sebanyak 2.100 dosis dari Dinkes Pemkab Sidoarjo. Dengan jumlah itu, maka sangat memungkinkan semua WBP akan mendapatkan vaksin secara merata untuk tahap pertama," imbuhnya.

Namun, di lapangan ada beberapa WBP yang terkendala tidak bisa ikut vaksin. Hal ini karena tekanan darah tinggi atau rendah, menderita sakit, NIK WBP yang belum dikonfirmasikan kepada petugas.

"Tetapi, mereka (WBP) bisa mengikutinya lagi pada gelombang berikutnya," tegasnya.

Sementara sebelum mendapatkan vaksinasi, WBP yang mengantre melakukan pengisian formulir, screening awal dengan petugas kesehatan, pencocokan identitas dengan petugas operator, pemberian vaksin perawat dan pemberian obat.

"Dalam sehari Lapas Kelas I Surabaya menargetkan sebanyak 200 dosis. Untuk WBP yang memerlukan bukti sudah melaksanakan vaksin berupa kartu vaksin bisa meminta ke petugas operator," tandasnya. Yan/Waw