Residivis Kasus Pencabulan Anak Bawah Umur Kembali Berulah Lagi, Kali Ini Korbannya Bocah SD


Residivis Kasus Pencabulan Anak Bawah Umur Kembali Berulah Lagi, Kali Ini Korbannya Bocah SD LESU - Tersangka kasus pencabulan anak dibawah umur, S (51) warga Gedangan, Sidoarjo yang merupakan residivis kasus yang sama tampak tertunduk lesu saat diinterogasi Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Senin (13/09/2021) sore.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Seorang residivis kasus pencabulan anak dibawah umur, S warga Gedangan, Sidoarjo seakan tak pernah jera. Pria 51 tahun ini kembali berulah dan seakan tak pernah jerah meski sudah dihukum dalam kasus yang sama sebelumnya.

Kali ini korban pencabulan itu dilakukan terhadap anak perempuan di bawah umur sebut saja Melati (9). Bocah yang masih duduk di bangku salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.

"Tim kami berhasil mengungkap kasus pencabulan yang dialami korban (Melati). Tim menangkap pelakunya S yang tak lain adalah residivis kasus pencabulan," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro kepada republikjatim.com, Senin (13/09/2021) sore.

Mantan Wakapolresta Banyuwangi ini menjelaskan tersangka sebelumnya pernah menjalani masa hukuman penjara atas kasus yang sama yakni pencabulan. Namun hukuman itu seolah tidak membuat bapak dua anak itu jera hingga membuat tersangka berkeinginan untuk mencabuli lagi anak di bawah umur.

"Kasus pencabulan terhadap Melati terjadi 7 September 2021 lalu. Saat itu, tepat pukul 10.30 WIB korban pulang sekolah di wilayah Wonoayu, tetapi belu dijemput orang tuanya. Tidak lama kemudian, tersangka datang menghampiri korban. Seketika tersangka mengajak serta membujuk rayu korban dengan membelikan Es Oyen di dekat sekolahnya dan diberi uang sejumlah Rp 7.000," ungkapnya.

Setelah berhasil membujuk Melati, lanjut Kusumo tersangka mengantarkan korban pulang. Di tengah perjalanan pulang, terjadi perbuatan cabul terhadap korban. Di atas motor, tersangka memasukkan jarinya ke dalam rok korban hingga masuk ke kemaluan hingga korban merasa kesakitan.

"Tidak berhenti disitu. Kemudian tersangka mengajak korban berhenti ke sebuah warung, sambil minum es teh, korban mengalami tindakan cabul kembali yang dilakukan tersangka. Yakni tubuh korban didudukkan di atas paha tersangka," tegasnya.

Kemudian setelah itu tersangka kembali memasukan jarinya ke kemaluan korban. Rasa sakit yang dialami korban tidak dihiraukan tersangka. Hingga berlanjut tersangka meminta korban tangannya memegang kelamin tersangka.

"Setelah itu, tersangka melanjutkan perjalanan mengantarkan korban pulang. Saat itu tersangka tidak mengantarkan korban sampai di rumahnya, tersangka hanya mengantarkan korban di gang rumahnya dan korban diberikan uang tersangka Rp 10.000. Tersangka mengancam korban agar tidak memberitahu siapapun soal peristiwa yang dialami korban," jelasnya.

Sementara usai tersangka pulang, korban memberanikan diri untuk bercerita kepada orang tuanya atas apa yang dialaminya. Kemudian orang tua korban melapor kasus pencabulan itu ke polisi. Dari hasil penyidikan, pemeriksaan saksi-saksi, pengakuan korban dan visum.

"Polisi berupaya mengungkap kasus ini. Tersangka bakal dijerat pasal pencabulan anak dibawah umur dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tandasnya. Zak/Waw