Residivis Kambuhan Perampas HP Asal Gempol Ngaku Anggota Satuan Resnarkoba, Diringkus Polresta Sidoarjo


Residivis Kambuhan Perampas HP Asal Gempol Ngaku Anggota Satuan Resnarkoba, Diringkus Polresta Sidoarjo GELANDANG - Dengan memakai masker TNI-Polri tersangka MW (34) warga asal Gempol, Kabupaten Pasuruan digelandang karena mengaku anggota Polisi Satuan Resnarkoba dengan nekat beberapa kali melakukan pemerasan kepada para korbannya, Jumat (18/03/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Hanya dengan modal memakai masker TNI-Polri, MW warga asal Gempol, Kabupaten Pasuruan mengaku sebagai anggota Polisi Satuan Resnarkoba. Pemuda 34 tahun ini, nekat beberapa kali melakukan pemerasan kepada para korbannya dengan mengaku sebagai anggota polisi itu.

Residivis dengan kasus serupa ini, memang seakan tidak pernah kapok. Pada awal Februari 2022, tersangka kembali beraksi mencari korban lain dengan memeras salah satu warga di Kecamatan Jabon, Sidoarjo.

Kepada korban, pelaku meminta hand phone (HP) karena ditengarai ada transaksi narkoba yang dilakukan korban.

"Mungkin karena korban ketakutan diperiksa anggota polisi, akhirnya korban pun menyerahkan hand phone miliknya kepada tersangka. Kemudian, karena merasa ditipu, korban melaporkan ke Polsek Jabon," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro kepada republikjatim.com, Jumat (18/03/2022).

Saat beraksi itu, tersangka berhasil diamankan polisi pada 16 Maret 2022 di wilayah Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kemudian, tersangka diamankan di Polresta Sidoarjo untuk menjalani ancaman hukuman sembilan tahun penjara karena terjerat pasal 368 KUHP tentang Perampasan itu.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka MW merupakan residivis kasus serupa. Sebelumnya dua kali di Sidoarjo. Tersangka melakukan pemerasan terhadap korban dengan mengaku sebagai anggota polisi," ungkapnya.

Atas peristiwa ini, Kusumo menghimbau agar masyarakat lebih waspada dan hati-hati. Terutama jika ada pemerasan atau penipuan yang dilakukan orang atau oknum yang mengaku sebagai anggota polisi.

"Silahkan tanyakan identitas resmi, surat tugas atau jangan takut laporkan ke kantor polisi terdekat agar kami dapat segera mengungkap kasus-kasus serupa seperti ini," pungkas mantan Wakapolresta Banyuwangi ini. Zak/Waw